Tuesday, 27 April 2021

4 Cara Memilih Perusahaan Executive Search Terbaik di Jakarta

0 comments


Hello Everyone, udah tau belum dengan istilah headhunter? Jakarta executive search atau yang disebut juga sebagai headhunter merupakan pekerjaan yang berisi para rekruter. Dimana tugasnya adalah mencari kandidat untuk ditempatkan dalam sebuah perusahaan. Layanan dari executive search sendiri saat ini banyak dijadikan pilihan oleh perusahaan yang ingin mencari kandidat terbaik sesuai dengan kualifikasi mereka. Namun pastinya Anda tetap harus memperhatikan beberapa hal sebelum memilih jasa executive search seperti yang ada di bawah ini.

1. Rekam Jejaknya Jelas


Di zaman modern yang serba menggunakan internet pastinya semua perusahaan sudah memiliki website masing-masing termasuk untuk penyedia jasa seperti executive search. Nah, dengan adanya website seperti ini bisa menjadi kesempatan Anda untuk menelusuri perusahaan tersebut melalui internet.

Anda bisa mencari tahu mengenai seluk beluk berdirinya perusahaan, tanggal berdirinya, klien yang telah bekerja sama dengan perusahaan tersebut beserta ulasannya. Nah, jikalau Anda tidak menemukan informasi tersebut, bisa langsung menanyakan kepada agen perekrutannya.

2. Tawaran Layanan Meyakinkan

Untuk mengetahui kredibilitas Jakarta executive search atau executive search lainnya, Anda bisa melihatnya dari bagaimana mereka memberikan pelayanan kepada klien. Executive search yang terpercaya pastinya tidak akan meminta bayaran di depan. Namun hanya meminta bayaran saat klien sudah menemukan kandidat yang tepat.

Nah, biasanya executive search yang terpercaya tidak hanya mencari klien saja. Akan tetapi juga melakukan pemantauan terhadap kinerja kandidat serta memberikan jaminan penggantian kandidat apabila tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

3. Punya Pengetahuan Tentang Peran, Keterampilan, dan Industri Terkait

Pengetahuan mengenai keterampilan, peran, dan industri terkait ini merupakan syarat wajib yang harus dimiliki executive search. Dengan memiliki pengetahuan ini seorang executive search tidak hanya menjadi perekrut namun juga seorang konsultan.

Nah, untuk mengetahui kemampuan executive search ini Anda bisa mencobanya dengan menanyakan mengenai posisi yang Anda butuhkan. Apabila mereka mampu menjawab dengan baik bahkan sebelum disebutkan persyaratannya, maka sudah pasti executive search tersebut adalah perusahaan yang berkualitas baik.

4. Mampu Melakukan Identifikasi dan Prekrutan Kandidat Terbaik



Untuk menemukan kandidat yang tepat bagi sebuah perusahaan, seorang executive search yang profesional pastinya sudah bisa mengenalinya sesuai peran yang dibutuhkan perusahaan. Dengan memberitahukan kandidat yang dibutuhkan, seorang headhunter yang sudah profesional biasanya akan langsung memberikan beberapa rekomendasi nama dan resume kandidat yang sesuai.

Setelah membaca ulasan tentang tips memilih executive search di atas pastikan untuk menerapkannya saat Anda membutuhkan jasa executive search. Nah, jika setelah menerapkan tips di atas Anda masih bingung memilih jasa executive search maka Jakarta executive search yang cocok adalah Pro Capita. Mengapa harus Pro Capita?

Jadi, kami adalah perusahaan Indonesia headhunter yang sudah berdiri sejak 2014 yang melayani beragam klien mulai dari pelayanan keuangan, digital & technology, dan masih banyak lagi lainnya. Sebagai perusahaan headhunter, kami pun bekerja sama dengan berbagai perusahaan baik perusahaan besar maupun kecil.

 

Continue reading →
Tuesday, 6 April 2021

Still Into You

0 comments


 

"But when our fingers interlock,"
"Can't deny, can't deny you're worth it."

Harry menatap Allie dengan penuh perhatian sembari memainkan gitarnya. Ia beranggapan setelah semua ini berlalu, Allie bisa membuka kembali hatinya dan menerimanya tanpa terpaksa. Tapi, pikiran itu segera ditepisnya mengingat laki-laki itu ada di sana. Ya, ada Will yang terus menerus menatapnya dengan penuh cinta. 

"Cause after all this time,"
"I'm still into you."

Karena sangat terganggu dengan Will dan Allie yang saling bertatapan sedangkan ia diabaikan, Harry pun memetik gitarnya dengan tempo yang sangat tidak beraturan. Hal ini hanya karena Harry menginginkan perhatian Allie. Allie yang mendengar suara gitar yang menggebu-gebu pun akhirnya menatap Harry karena suaranya tenggelam saat menyanyikan lagu Still Into You dari Paramore itu.

Berulang kali Allie memberi kode dengan memberi tatapan sinis tapi Harry tidak mendengarnya. Di lain sisi, Will menepuk drumnya dengan penuh percaya diri hingga Allie benar-benar bingung dengan lagu yang sedang ia nyanyikan. 

Sembari lagu memasuki Reff terakhir, Allie menghela napas sambil meletakkan micnya. Membungkuk sebentar dan akhirnya menuju ke belakang panggung. "Apa-apaan itu tadi, Harry?" tanyanya dengan kesal. 

"Apa? Itu memang bagianku," jawab Harry. Sedangkan Will memutar bola matanya dan menepuk pundak Harry. 
"You really ruined that performance." Will pergi meninggalkan Allie dan Harry yang saling bertatapan penuh amarah.

Sembari menghela napas, Harry meminta maaf dan pergi meninggalkan Allie yang masih melipat kedua tangannya. Tiba-tiba sebuah pesan masuk ke Whatsappnya. Ia pun pamit dengan Ketua Acara dan berlari setelah mengucap alasannya. Harry yang sigap melihat Allie akhirnya menawarkan tumpangan sebagai permohonan maafnya.

"Kenapa terburu-buru?" tanya Harry yang hanya dijawab Allie dengan tatapan sinis. Benar-benar muka jutek dan imut bersamaan.
"Berhenti bertanya seolah kita dekat." Allie turun saat sudah sampai di rumahnya. Terlihat ayahnya yang sudah berdiri di depan gerbang menyambut kehadirannya. Harry benar-benar tidak bisa berkata-kata saat melihat perawakan ayahnya yang agak seram. 

"Saya pergi ya, Om," ucap Harry yang hanya dibalas dengan anggukan dan bergegas pulang ke rumah. Dan, bersiap tidur untuk kuliah lagi, besok. 

***

POV Allie

Allie mencuci wajahnya dan berbaring sembari mengingat kejadian yang barusan terjadi antara Ia dan Harry. Ia benar-benar tidak mengerti kenapa Harry yang bahkan tidak mengenalnya ingin mengacaukan performanya. Tapi sebenarnya itu penampilan gitar yang bagus, tapi suaranya benar-benar terdengar jelek saat itu. 

Harry, anak kelas A yang katanya pintar dan juga kaya itu mana mungkin mau berteman dengannya. Ia bahkan baru bicara dengan Harry saat latihan untuk penampilan ini. Berbeda dengan Will yang sudah ia kenal lama. Sebenarnya Will yang mengenal Harry karena mereka sekelas. Bahkan ia masih tidak percaya Harry menawarkannya tumpangan. Daripada terus-menerus memikirkan Harry, lebih baik ia tidur agar besok saat ke kampus terlihat segar. 

Keesokan harinya, Will sudah berada di depan rumahnya dengan sepeda motor yang biasa ia pakai. Will menanyakan kabarnya tadi malam karena ternyata Will mencarinya. Dan ekspresi Will agak berubah saat mendengar bahwa ia diantar oleh Harry tadi malam.

"Aku benar-benar tidak habis pikir, apa ia merasa terganggu karna kau selalu menatapku saat penampilan?" tanya WIll yang membuatnya tertawa. 

"Siapa juga yang menatapmu, haha."Allie menepuk pundak Will saat mereka berjalan menuju kelas masing-masing. Terlihat Harry sudah di duduk di kelas tepatnya di samping Helena. Mereka terlihat membicarakan lelucon hingga Harry tertawa. Tawa yang ternyata menurutnya manis dan itu tidak berlangsung lama karena Harry sekarang menatapnya. Ia pun segera bergegas menuju kelas B.

"Hey, Allie." Devin menyapa sambil tersenyum. Cassandra yang merupakan teman baiknya sudah menyediakan kursi di sampingnya. 

"Kemarin itu performa yang bagus," ujar Cassandra. 
"Sebenarnya, Harry sangat atraktif,. Fanny menyahut obrolan itu dan membuat Allie terdiam sejenak. Bisa-bisanya ia kesal dengan Harry padahal penampilan kemarin malam itu bagus karena dia.

Setelah kelas bubar, Harry sudah berdiri di pintu dan terlihat menunggu seseorang. Fanny menyapa Harry dan dibalas Harry pula dengan senyuman. Ia hanya mengabaikan itu dan melanjutkan tugasnya. Tapi tugas yang ia kerjakan sungguh menguras otaknya dan menaruh wajahnya di atas telapak tangan dan tidur di atas meja. 

Belum beberapa menit ia tertidur, seperti ada yang mengelus rambutnya dan langsung terkejut karena ternyata itu Harry. Harry hanya tersenyum tipis sembari menyapa. 

"Apa yang kau lakukan, di sini?" tanya Allie yang dijawab Harry dengan memegang pulpen.
"Aku akan membantumu, ini soal yang mudah." Harry berkata sambil menjawab soal kalkulus itu dengan sangat rapi. Benar-benar boyfriend material.

"Apa?" tanya Harry.
"Hah," tanya Allie balik.
"Boyfriend material?" tanya Harry sambil tertawa dan Allie benar-benar tidak tahu bahwa ia mengucapkan kata itu. "Mau pulang bersamaku?" tanya Harry yang spontan dijawab Allie dengan gelengan kepala. 

"Allie, maaf aku terlambat menjemputmu." Yap, Will datang dan terlihat terkejut melihat Harry sekarang ada di sampingnya.

"Dia bersamaku," ujar Harry yang membuat Allie menoleh.
"Boy---" Allie mengangguk dan mengiyakan sembari menarik tangan Harry dan melambai pada Will. Will hanya terdiam melihat situasi ini, sebab Allie tidak pernah pulang dengan siapa pun selain dia. 

Terlihat sebuah pesan masuk ke Whatsapp Will yang membuatnya harus menghela napas perlahan.

Nanti kuceritakan ya, Will. 




Continue reading →

Labels

Cerpen (37) Wacana (18) Artikel (12) Puisi (8) Drabble (7) Sad Story (7) Review Blog (3) Ulasan (3) Essay (2) Lagi Viral (2) Resensi (2) Review Film (2) Review Series (2) Tips (2) Biografi (1) Quotes (1)