Tuesday, 3 November 2020

Ekonomi Digital - Peluang Virtual Paling Laris, Pasti Bisa.

0 comments

 

"Hey Bro, punya m-banking tidak?"
"Aku mau pesan makanan, mau order pakai ovo aja."
"Wah, tanggal cantik nih, belanja online yuk."
"Cuacanya sangat panas, jalan kaki melelahkan, aku order dulu aja ya."

Setidaknya dari sekian percakapan itu, ada yang tidak asing lagi untuk didengar. Tidak hanya di kampus, di sekolah, di rumah bahkan di dunia maya. Dari mulai sosial media yang paling lama hingga yang terbaru. Aplikasi ojek online, dompet digital, belanja online, ada di mana-mana. Bagaimana tidak? Dari remaja hingga dewasa, perempuan dan laki-laki kerap menggunakan aplikasi tersebut.  

Melihat dari banyaknya jumlah pengguna aplikasi tersebut, tentunya menunjukkan bahwa pasar ekonomi digital ini sangat luas. Bahkan demi kepuasan tersendiri, ada orang yang belanja online walaupun cuma satu barang, karena berpikir bahwa itu lebih praktis daripada harus turun langsung ke pasar untuk berbelanja. Bahkan untuk membeli sayuran orang-orang pun lebih cenderung menggunakan aplikasi karena selain praktis, harganya bisa lebih miring dan tersedia cashback. Dan, aplikasi cashback juga sekarang tersedia.

 

 

"Digital Economy adalah keadaan sosiopolitik dan sistem ekonomi yang mempunyai karakteristik sebagai sebuah ruang intelijen, meliputi informasi, berbagai akses instrumen, kapasitas, dan pemesanan informasi.(Don Tapscott)"

 

Dari pengertian yang diperkenalkan oleh Don Tapscott di tahun 1995 tentunya bisa disimpulkan bahwa ekonomi tidak lagi tentang pasar dan transaksi atau barter, tapi juga meliputi informasi dan segala hal yang tidak melulu soal tatap muka. Jadi, sudah bisa dipastikan aplikasi apa saja itu di era saat ini. DANA, OVO, GRAB, GOJEK, SHOPEE, TOKOPEDIA, dan lain sebagainya merupakan bagian dari ekonomi digital.  

 

Kapan Ekonomi Digital dikembangkan di Indonesia?

 

Presiden Jokowi, di beberapa kesempatan seperti pada bulan Februari yang lalu di Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-AS (ASEAN-US Summit) di California, USA dan di pertemuan dengan Presiden Obama bulan Oktober di Gedung Putih, Washington, turut menjelaskan bahwa ekonomi digital akan dikembangkan di Indonesia. 

 

Teknologi digital akan menjadi prioritas program Indonesia. Walaupun terlambat dibandingkan Tiongkok yang sudah meluncurkan rencana lima tahun e-commerce di tahun 2011. Pemerintah Indonesia akhirnya meluncurkan juga e-commerce roadmap di tahun 2016. Peta jalan ini dimaksudkan untuk mendukung visi Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. E-commerce memang merupakan salah satu kegiatan ekonomi digital yang penting.

 

 

E-commerce sendiri bahkan memiliki paket data tersendiri dikarenakan banyaknya pengguna., Bagaimana tidak? Uang yang disimpan pun tergolong aman, tidak perlu repot untuk memegangnya selalu menggunakan dompet karena hanya dengan mendaftar dan melengkapi persyaratan Anda sudah bisa menggunakannya. Tapi sebenarnya poin penting di sini adalah how to make people  use economy digital ?

 

Sebagian besar masyarakat masih banyak yang buta teknologi, jadi permasalahan penting yang bisa diangkat adalah pengetahuan teknologi. Tidak heran jika Teknik Informatika sudah dipelajari sedari SMP. Apalagi semakin berkembangnya zaman, makin banyak pula teknologi yang muncul bahkan untuk masalah sepele. 

 

Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar untuk masuk ke new economy ini. Perkembangan transaksi e-commerce di Indonesia sekitar 40% setiap tahunnya dan merupakan satu dari yang tertinggi di dunia. Pada tahun 2013, transaksi e-commerce di Indonesia hanya berkisar USD 8 milyar, meningkat menjadi USD 12 miliar di tahun 2014, dan sekitar USD 20 miliar di tahun 2015. Angka ini diperkirakan akan mencapai nilai USD 25 milyar di akhir tahun 2016, dan USD 130 miliar pada tahun 2020. E-commerce merupakan pilar utama ekonomi digital. Setuju tidak setuju, tapi memang E-commerce lah inti dari semua ekonomi digital. 


Lalu Apa Keuntungannya Terhadap Indonesia?

  • Semakin meningkatnya ekonomi digital
     Tentunya bisa memajukan pengetahuan teknologi dan bisa memasarkan produk Indonesia dengan lingkup yang lebih luas. Logikanya pengguna pasar tradisional saja sudah banyak yang dikenal, jika digunakan penjualan melalui aplikasi dengan hanya mengarahkan pelanggan ke kategori yang dijual, siapa pun dan di mana pun mampu membelinya.
  • Transaksi jual beli sangat aman dan nyaman
    Daripada menggunakan aplikasi di luar e-commerce dan hanya memanfaatkan sosial media untuk menipu, lebih baik digunakan yang lebih terpercaya menurut review mana pun. 
  • Banyaknya pengguna rekening di seluruh Indonesia
    Untuk menggunakan dompet digital yang merupakan bagian dari ekonomi digital, dibutuhkan yang namanya topup, dan biasanya dapat dilakukan menggunakan m-banking. Dan tentunya, jika tidak punya rekening, akan sangat sulit menggunakan dompet digital.

 

Percayalah, ekonomi digital itu sudah banyak di sekitar kita. Jangan pernah menutup mata betapa pentingnya kemampuan online dan peluang virtual yang paling laris di era saat ini.  Bahkan Indonesia sudah merasakan beberapa bulan berada di titik semuanya harus online. Karena pandemi yang meluas, Indonesia diwajibkan daring dan butuh banyak kuota. Kuota tersebut bahkan bisa diisi menggunakan E-commerce. Bahkan kuliah sambil berjualan pulsa, token, dan tagihan listrik pun sudah tidak asing lagi. 

 

Jadi, mari bersama-sama memajukan ekonomi digital untuk Indonesia dan diri sendiri maupun keluarga. Hari ini tidak lagi tentang siapa yang duluan lahir, tapi siapa yang tetap bertahan. Semua kemungkinan di dunia ini sudah bisa dirasakan bersama-sama mengingat ekonomi digital ini pun sudah mendunia. Jangan pernah takut mencoba, mengeksplorasi, karena ekonomi tetap ekonomi, semuanya dinilai, dijual dan dibeli oleh manusia. Ayo,maju bersama Indonesia, pasti bisa.

 

                                     




 


Continue reading →

Labels

Cerpen (37) Wacana (18) Artikel (12) Puisi (8) Drabble (7) Sad Story (7) Review Blog (3) Ulasan (3) Essay (2) Lagi Viral (2) Resensi (2) Review Film (2) Review Series (2) Tips (2) Biografi (1) Quotes (1)