Monday, 4 May 2020

Teruntuk Perempuan

0 comments


Bagi saya, perempuan itu adalah makhluk yang paling istimewa di muka bumi. Perempuan memiliki kelebihan jauh lebih banyak daripada lelaki, hanya saja hati perempuan adalah kelemahannya. Perempuan terbiasa dengan yang namanya jatuh cinta. Memang, baik laki-laki maupun perempuan sering kali merasakannya. Tapi jatuh cinta yang paling sulit dilupakan adalah jatuh cintanya perempuan.

Mungkin banyak lelaki yang tidak setuju tentang itu, berdalih bahwa lelaki juga bisa merasakan hal yang sama. Tapi saya juga tidak menyalahkan lelaki itu seperti apa, bagi saya tidak ada kata "fakboy", tidak ada juga kata "fakgirl." Fakgirl dan Fakboy adalah ejekan yang diberikan kepada setiap laki-laki dan perempuan yang selalu memainkan hati lawan jenisnya.

Dan di antara pengertian paling sinkron yang saya cari, saya lebih setuju dengan pendapat ini, "Fakboy adalah sebutan untuk cowo cowo yang berusaha mengambil hati seseorang cewe, lalu mengecewakannya, lalu minta maaf dan merayu cewe itu untuk melakukan hal yang memuaskan kemauan si cowo yang sifatnya seksual. 

Laki-laki tipe ini memberi banyak janji tapi tidak ada yang dipenuhi. PALSU semua.
Biasanya, fakboy ini minim modal atau malah ga mau modal. Dia mendekati cewe cuma modal rayuan gombal, janji manis, dan minta dikasihani oleh lawan jenis.
Tentu saja, tujuan utamanya adalah mendapatkan hati si cewe, kalo udah masuk perangkap, si cewe ditiduri lalu ditinggalkan begitu saja.
Fakboy ini pandai memainkan kata-kata dan perasaan cewe. Tentu saja ia akan mengaku lelaki paling setia di muka bumi padahal dia adalah fakboy. Kalo udah bosan, dia akan meninggalkan si cewe dan berganti ke target lain yang masih polos dan belum mengenal sisi buruknya." (anonim-quora)

Nah istilah ini sering saya lihat bahkan mungkin pertama kali berasa dari twitter sebagai saya pengguna tetapnya. Rata-rata laki-laki yang punya twitter bahkan memiliki ribuan followers bisa dispill habis-habisan jika sudah bertingkah menjadi fakboy. Begitu juga dengan fakgirl. Jadi saya tidak akan pernah menjudge siapa pun untuk istilah fakboy dan fakgirl. Semuanya kembali ke diri masing-masing.

Masih membahas perempuan, sering kali perempuan ini terlena dengan yang namanya pujian. Bahkan masih banyak yang tidak bisa membedakan antara modus dan benar-benar peduli. Hal ini kerap membuat para perempuan menangis, galau, jikalau ada laki-laki yang sekedar datang dan berlalu pergi. Biasanya orang menyebut, "ditinggal lagi sayang-sayangnya." 

Mawar Eva De Jongh juga meliris sebuah lagu berjudul, "Sedang sayang-sayangnya" yang persis mewakili hati perempuan. Tapi sebenarnya tidak semua perempuan lakukan itu juga benar. Contohnya saat laki-laki memulai obrolan dengan mengirim pesan, "lagi apa?" dan langsung diread tanpa dibalas. Saya akui, kebiasaan itu memang tidak baik, tapi mungkin laki-laki mesti berbenah diri, bahwa mencari topik memang susah, tapi jangan sampai menanyakan topik yang membuat kalian mendapat teks berisikan, "oh" "iya" dsb.

Ada lagi yang perlu saya tekankan, perempuan itu mahal. Bagi muslim, silahkan berhijab walaupun akhlakmu belum baik karena itu sebuah kewajiban dan jangan terpancing dengan orang-orang yang mengatakan "kamu gapantes pake hijab." Saya tekankan sekali lagi, jangan terpancing untuk mendengarkan orang itu, karena yang mengatur hidupmu adalah dirimu sendiri.

Bagi perempuan beragama lain, kalian juga mahal, jadi jangan pernah memberikan apa pun untuk pacar kalian saking sayangnya. Ingat, sayang itu memang membahagiakan, tapi juga bisa membunuhmu. Pikirkan baik-baik sebelum melakukan hal yang tidak diinginkan. Teruntuk perempuan yang tersakiti dan sering ingin melakukan suatu hal karena tak kuat menanggung malu, beban, dan sebagainya, ingatlah bahwa di dunia ini kamu tidak sendiri. Ada perempuan-perempuan lain yang bisa mengerti keadaanmu, coba berbaur, dan cari teman di sosial media. 

So, buat semua perempuan di muka bumi, kalian harus menjaga kehormatan untuk suami, juga jangan pernah mau merubah penampilan kalian untuk disukai oleh pacar, karena pacar yang baik pasti menerima keadaanmu apa adanya. Tapi jika menurutmu perubahan itu baik, maka lakukanlah. Natural atau makeup bagi saya tidak masalah, karena makeup juga hasil karya dan uang orang lain, natural juga karena pintar merawat diri, jadi sah-sah saja. Tidak usah pura-pura munafik, karena saya yang natural pun ingin sekali pintar makeup. 



Leave a Reply

Terima Kasih telah membaca. Akan sangat dihargai jika diberi kritik dan saran juga hal menarik lainnya yang akan dibahas :)

Labels

Cerpen (37) Wacana (18) Artikel (12) Puisi (8) Drabble (7) Sad Story (7) Review Blog (3) Ulasan (3) Essay (2) Lagi Viral (2) Resensi (2) Review Film (2) Review Series (2) Tips (2) Biografi (1) Quotes (1)