Sunday, 27 October 2019

Final Destiny

6 comments

               


 “AAAAAA,” pekiknya lagi. Gadis berdandan itu lagi-lagi bermimpi. Berteriak dan membangunkan seisi keluarga. “Tidak bisakah Lisa tidur di gudang saja, Bu?” tanya Ara selaku kakak kandung Lisa yang sekamar dengannya. 

                Keluarga yang sederhana. Tidak pernah harmonis dan tidak pernah tertawa. Bahkan keramahan tidak sedikitpun tercermin di anggota keluarga itu, kecuali Lisa. Sayangnya, hanya Lisa pula yang sering bermimpi buruk di keluarga itu. Kebiasaannya yang sering berdandan saat tidur dijadikan alasan penyebab mimpi itu. 

                “Mimpi datang seperti tiupan angin, berkilau sangat lembut, membuat suara desisan kecil, bersenandung seperti musik--,” laki-laki itu memberi jeda saat Lisa mengangkat tangan tepat di depannya.

                “Dan bagaimana bila itu mimpi buruk?” tanya Lisa berkaca-kaca. Laki-laki itu bernama Reynaldi, kakak kelas yang begitu terobsesi dengan mimpi dan sering mengisi ruang kelas yang kosong. “Look at what you have done and there be no forgiveness,” jawab Rey. 

                Awal perjumpaan yang membuat Lisa dan Rey dekat hingga sekarang, tertawa bersama, dan tidak ada kesedihan di mata Lisa maupun Rey di tiap harinya. Sampai hari itu datang. Rey pergi meninggalkan Lisa untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Tanpa kabar dan ia harus menahan perih selama satu tahun terakhir di sekolahnya.

                Satu kali Lisa mulai menangis menumpahkan semua sakit hatinya. Dan mimpi buruk yang selalu mendatanginya pun tiba-tiba menghilang digantikan tidur lelap akibat tangisan yang menyiksanya.

                “Kau tidak mendengarkan kami,Nak,” ucap ibunya.

                “Mendengarkan? Sejak kapan ibu peduli? Tanpa Rey sekali pun, aku sudah merasa kehilangan kalian semua,” kata Lisa sambil mengusap air matanya yang tidak pernah berhenti di saat ia terjaga sejak kepergian Rey dua minggu yang lalu.

                Ayah, Ibu dan Ara tertegun. Sesaat mereka berpandangan untuk kemudian memeluk Lisa dan mengutarakan rasa penyesalan satu sama lain. Kehilangan akan menyakitkan apabila kita merasa dipermainkan takdir, sebaliknya bila kita tabah dan menganggap bahwa ini takdir yang baik, kita akan menyadari arti kehilangan sesungguhnya.

6 comments:

Terima Kasih telah membaca. Akan sangat dihargai jika diberi kritik dan saran juga hal menarik lainnya yang akan dibahas :)

Labels

Cerpen (37) Wacana (18) Artikel (12) Puisi (8) Drabble (7) Sad Story (7) Review Blog (3) Ulasan (3) Essay (2) Lagi Viral (2) Resensi (2) Review Film (2) Review Series (2) Tips (2) Biografi (1) Quotes (1)