Wednesday, 25 September 2019

Lighthouse From Naledi [Chapter 2]

19 comments

Reverse:  Chapter 1
Dalam sepersekian detik, Space Shuttle (NASA) yang mereka tumpangi itu melesat dengan kecepatan 17.500 mil atau dua puluh delapan ribu kilometer per jam menuju Bumi.




“Jika kita browsing dan mengklik sebuah tautan internet, maka kita harus menunggu beberapa jam hingga situs mulai proses memuat halaman dan itu baru menunggu proses memuat halaman yang dimulai, belum menunggu halaman tersebut dimuat atau ditampilkan sepenuhnya yang membutuhkan waktu beberapa jam lagi. Apa kalian belum mendengarnya?” tanya Hana menatap kedua temannya.

“Aku bisa memastikan data itu akan terunduh setahun lagi, itu pun belum mentransfernya ke bumi, bahkan membutuhkan waktu puluhan tahun. Kalian boleh pulang dengan pesawat cadangan, dan biarkan saja aku di sini,” sambung Hana sambil mengambil beberapa peralatan pesawat jika memang ia ditakdirkan untuk sendirian berada di dalam pesawat.

“Baiklah, aku akan pulang,” ujar Raka sambil mengemasi peralatannya dan hendak memulai mengeluarkan pesawat cadangan.

Tapi itu tidak sampai saat Dewa berteriak dan menganjurkan semuanya untuk tiarap setelah meteor-meteor itu berjatuhan dan menyebabkan Space Shuttle itu oleng dan mendarat secara paksa.

Sebuah teori terkenal menyatakan bahwa meteor-meteor itu jatuh akibat transformasi yang 

disebabkan oleh banyaknya bencana kosmik, di mana dua galaksi berbentuk cakram saling mendominasi, berada terlalu dekat dengan satu sama lain, kemudian dipaksa oleh gravitasi untuk bergabung menjadi satu galaksi. Penggabungan tersebut kemudian menghancurkan bentuk cakram dan menciptakan tumpukan bintang-bintang serta meteor-meteor.

Di saat mereka berpegangan tangan dan berdoa satu sama lain, pesawat itu ternyata sudah jatuh ke daerah gurun yang begitu panas. Bila di planet pluto tadi hawa sangat dingin dan seperti malam hari, maka daerah ini begitu panas dan siang hari.

“Apa kalian baik-baik saja?” Suara seorang laki-laki sontak membangunkan Raka yang pertama kali sadar dari kecelakaan pesawat itu.  

“Hana, Dewa, Bangun!” Raka mengguncang tubuh Hana yang masih terkulai lemas dan berdarah tepat di bawah kemudi pesawat yang menghimpit Dewa.

“Kau tidak akan melihat mereka lagi jika kau tidak memberikan ini pada mereka,” ujar laki-laki itu lagi –yang wajahnya tertutupi sinar matahari yang menyengat. Raka kemudian menerima cairan bening dalam tempurung yang disodorkan orang itu dan memberikannya pada Dewa dan Hana.

Raka kemudian berjalan pelan untuk melihat sosok itu. Sosok seorang manusia yang memiliki bulu lebat tebal di daerah pipinya, mata coklat dengan kulit hitam terdapat garis-garis keriput di wajahnya. Lubang hidung laki-laki itu lebih lebar dari lubang hidung penduduk bumi biasanya.

“Ini di mana?” tanya Hana sambil memijit kepalanya yang pusing.

“Singkirkan benda ini dari kakiku,” pinta Dewa sambil menahan sakit tak tertahankan dalam tubuhnya.

Raka seketika berbalik dan membantu Hana untuk berdiri dan keluar dari pesawat. Sedangkan Dewa dibantu oleh laki-laki penolong tadi. Dewa yang sempat terkejut dengan penampakan laki-laki itu pun harus pingsan lagi dan terpaksa digendong keluar dari pesawat.

19 comments:

  1. Kayaknya kalau adegan sebelum Space shuttle oleng kalau diperdetail lebih seru Kak. Hehe

    Ya .. Kusuka cerita ini. Beda aja sama cerita lain yang umum, aku jadi seperti ada di luar angkasa, teori-teori yang kakak jelaskan dicerita juga nambah pemahaman aku.

    Paragraf 5ke6 kayaknya ke Enter ya kak

    ReplyDelete
  2. keren aku suka genre fiksi ilmiah kayak gini

    ReplyDelete
  3. lanjuut kak, menarik... aku suka fantasi gini

    ReplyDelete
  4. Suka bertanya-tanya apa resepnya menulis fiksi fantasi yang bagus macam ini...keren kak bagi resep ya hehe...salam dari Genk Valletter

    ReplyDelete
  5. Keren pake banget, kak. Pengen belajar nulis kek gini.

    ReplyDelete

Terima Kasih telah membaca. Akan sangat dihargai jika diberi kritik dan saran juga hal menarik lainnya yang akan dibahas :)

Labels

Cerpen (37) Wacana (18) Artikel (12) Puisi (8) Drabble (7) Sad Story (7) Review Blog (3) Ulasan (3) Essay (2) Lagi Viral (2) Resensi (2) Review Film (2) Review Series (2) Tips (2) Biografi (1) Quotes (1)