Monday, 9 September 2019

Guinea Pig

12 comments

 “If they were easy, they’d call them something else,” 



“Lebih dari sembilan puluh persen struktur genetika primata mirip dengan manusia,” ujar perempuan bertubuh tinggi dengan rambut pendek sebahu.

“Putri, bila memang itu benar, lalu kenapa tidak monyet maupun primata yang lain dijadikan sebagai bahan percobaan?” tanya siswa berkacamata bernama Yodi.

“Ya. Dan anda bisa jelaskan kenapa monyet atau sejenisnya dilarang untuk percobaan,” balas Putri sambil kembali melanjutkan penjelasannya.

Yodi hanya bisa bungkam mendengar pernyataan Putri. Sebenarnya pertanyaan itu memang tidak wajar dipertanyakan karena menyangkut hal yang pasti.

Primata merupakan hewan yang dilindungi agar tidak menyebabkan kepunahan. Monyet maupun primata lain yang dijadikan percobaan secara moral, dianggap tidak etis. Hal inilah yang jelas membuat Yodi tidak bisa berkata-kata.

Berbeda dengan Rachel yang lebih memilih menghayal tanpa memberikan suatu pertanyaan. Bahkan saat semua orang menatapnya, Rachel bahkan tidak peduli.

Ia pribadi yang lebih memilih kemauannya. Tidak ingin memaksakan sesuatu yang tidak menarik perhatiannya.

“Rachel, pernah mendengar istilah kelinci percobaan atau tikus lab?” tanya laki-laki di samping Rachel yang memakai bet nama Hardi.

Rachel masih melamun sampai tepukan Hardi membuatnya bangun dan mencoba mendengar pertanyaan ulang yang dilontarkan Hardi.

“Kau tahu aku tidak pernah tertarik dengan hal itu, aku hanya ingin menjadi sutradara,” jawab Rachel pelan seperti berbisik pada Hardi yang diam-diam menghela napas.

“Rachel, ayolah, ini menyenangkan.” Kemudian Hardi maju perlahan dan berdiri di samping Putri yang masih mengutarakan kesimpulan dari setiap buku yang dibacanya.

Putri sangat senang bila ada seseorang yang mau menggantikannya menjelaskan sesuatu untuk semua siswa yang berada di kelas. Putri yang sedang memberi penjelasan itu pun membiarkan Hardi yang berbicara.

“Uji coba—khususnya uji coba obat-obatan—untuk melihat hasilnya, para ilmuwan sering menggunakan hewan untuk diuji sebelum digunakan pada manusia. Pernah mendengar kelinci percobaan?” tanya Hardi antusias sambil tersenyum lepas pada semua orang yang berada dalam kelas.

“Kelinci percobaan? Itu sama seperti kau ingin menguji coba sesuatu,” jawab perempuan berambut pendek setelinga setelah sebelumnya mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan Hardi.

“Bahkan jika yang diuji bukan kelinci, Verani?” tanya Hardi sambil mendelikkan bahunya dan menatap intens teman-teman sekitarnya terutama Verani yang sebelumnya menjawab pertanyaannya.

Kelas itu kemudian menjadi sunyi. Keheningan merajalela, bahkan seluk beluk kegiatan dipersempit. Mereka mulai memikirkan pertanyaan yang dilontarkan Hardi bersamaan dengan penjelasan yang diberikan Putri.


“If they were easy, they’d call them something else,” kata Rachel memecah keheningan yang terjadi selama beberapa menit yang lalu.

Hardi menjentikkan jarinya sambil berkata, “Exactly”.

Semua orang menatap Rachel yang masih bingung akan perkataannya sendiri. Kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulutnya. Tak terkecuali Yodi yang mulai merangkum penjelasan Putri dengan pertanyaan Hardi.

“Ada suatu alasan kenapa kelinci percobaan dijadikan istilah. Seperti yang dikatakan Putri, primata tidak bisa dijadikan percobaan karena hewan tersebut dilindungi, sebaliknya, mungkin para ilmuwan mencari hewan yang lebih baik untuk dijadikan percobaan,” jelas Yodi sambil menatap Hardi yang tersenyum setuju.

“Kedengarannya seperti istilah tikus lab karena hewan itu sering dipakai dalam laboratorium,” sambung Okta sambil tersenyum menang menatap Hardi.

“Setiap hewan yang diuji coba harus relatif bersih dan tidak asal dipilih, karena ini menyangkut nyawa bila dikaitkan dengan manusia. Hal inilah yang mendasari ilmuwan untuk lebih memilih kelinci dari hewan lainnya. Bagaimana bila kelinci memiliki kelebihan selain itu?” Hardi mengakhiri penjelasannya dengan suatu pertanyaan yang jawabannya belum pasti.

Namun, di setiap menit yang mereka perdebatkan, bibit-bibit muncul dari siswa-siswa yang berbakat. Rachel bukan tipe orang yang ingin memikirkan hewan maupun hal yang ada kaitannya dengan biologi, fisika, maupun kimia. Tapi selama dua tahun ia menjalani rutinitas SMAnya, ada kemungkinan segalanya mungkin berubah.


“Aku bukanlah Tuhan, yang menciptakan semua hewan maupun manusia di dunia ini adalah Tuhan, tapi aku bisa menjadi Tuhan bagi film yang ku ciptakan sendiri, sebuah film yang penuh dengan rangkaian peristiwa terkait alam dan buatan, yang sejujurnya hanya sutradaralah yang menginginkan hal semacam itu, termasuk diriku sendiri,” jelas Rachel saat ia ditanyai mengenai cita-citanya di penghujung semester 6.

“And Hardi, do you have any idea to choose someone that agrees to be my guinea pig?” tanya Rachel yang sontak membuat semua orang tertawa.

Guinea pig merupakan idiom yang berarti “kelinci percobaan” dalam bahasa Inggris. Istilah ini lebih cenderung untuk hewan seperti marmut maupun tikus Belanda, namun dalam hal ini, guinea pig dapat disebut kelinci percobaan atau hewan yang sering diuji coba.

“Kalian tahu, kita berhasil lulus dari tempat ini, aku yakin kalian akan senang hati membiarkanku melanjutkan misiku dan kalian melanjutkan misi kalian. I love you so much,guys.” Rachel menutup pidatonya sambil menuruni podium di tengah ratusan siswa-siswi sebayanya.

Dan di suatu pagi saat ia terbangun, kehidupan yang dinantinya datang begitu saja. Tanpa terasa, semuanya benar-benar berubah.

“Kau menemukannya.” Laki-laki itu tersenyum senang saat hal yang dinantikannya terwujud. Telinga hewan itu panjang dan kulitnya berwarna putih.

“Setidaknya aku sudah memiliki Bharal,” ucap perempuan berbando merah dengan rambut lurus sepinggang.

“Rachel, kau tahu aku akan selalu menang bukan?” tanya laki-laki itu pada perempuan yang ternyata bernama Rachel.

“Jangan terlalu berharap, Hardi.” Rachel kemudian tertawa sambil berlalu pergi meninggalkan Hardi yang masih bingung sambil mendelik bahunya.

Bagaimana tidak? Hewan pemakan wortel itu adalah hewan kecil dan lucu yang memiliki kecepatan dan kemampuan melompat yang sangat baik.

Kelinci bahkan dapat berlari dengan kecepatan 72 km/jam. Itu alasan mengapa Hardi masih bingung mendapati respon Rachel yang biasa saja.

“Seekor bharal?” tanya Hardi pada kelinci yang masih tersenyum sambil mengigit wortelnya. Sebuah wortel yang Hardi bentuk seperti kunci hingga membuat kelinci itu menganga lebar dan satu gigi atas dan bawah kelinci itu kelihatan layaknya manusia tersenyum ceria.

Bharal merupakan hewan sejenis kambing yang memiliki tanduk besar dan kuat. Hidup di pegunungan dan habitat asli bharal adalah di Himalaya.

Selain itu, bharal merupakan hewan dengan kemampuan melompat yang sangat baik dari kalangan hewan lainnya karena dapat melompat dari tebing dan bukit.

Hewan itu tidak mungkin dapat ditangkap semudah itu, dan Rachel akan memunculkan bharal hanya dalam filmnya sendiri, itu sebab mengapa Rachel dapat melakukan apa saja, dan Hardi tidak bisa berharap lebih dari apapun yang dihasilkannya.

Satu hal yang Hardi sadari, ternyata kelinci masih memiliki kelebihan lebih dari yang disimpulkannya dulu, dan pasti akan menemukannya. Karena setiap pendapat memiliki fakta, dan kesimpulan memiliki hasil yang pasti.
 


***

#OneDayOnePost
#RWCOdopBatch7

12 comments:

  1. Keren ... Fiksi ilmiah ya kak ... Aku jarang suka tulisan yg berbau ilmiah... Karena harus sambil mikir ... Tapi tulisan kakak ni aku suka 👍👍👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe iyaaa mba, ini tulisan lama banget, temanya emg scifi. Maaf bikin mikir☺️ maksih yaa

      Delete
  2. Jadi penasaran dengan isi lengkap buku itu

    ReplyDelete
  3. Ini semacam asal mula kelinci percobaan ya? 😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nahh iyaa. Jadi kelinci percobaan itu inggrisnya guinea pig. Org2 taunya kan beda, itu scifi tp ada cmpuran faktanya sih☺️

      Delete
  4. keren banget ini isinya tingkat tinggi hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus kamu suka. Banyak yg gasuka genre scifi. Katanya emg ilmunya agak rumit dicerna😭☺️

      Delete
  5. Jadi ingin membaca bukunya nih

    ReplyDelete
  6. check this website out. one of the best
    https://www.seku.ac.ke

    ReplyDelete

Terima Kasih telah membaca. Akan sangat dihargai jika diberi kritik dan saran juga hal menarik lainnya yang akan dibahas :)

Labels

Cerpen (37) Wacana (18) Artikel (12) Puisi (8) Drabble (7) Sad Story (7) Review Blog (3) Ulasan (3) Essay (2) Lagi Viral (2) Resensi (2) Review Film (2) Review Series (2) Tips (2) Biografi (1) Quotes (1)