Monday, 30 September 2019

Lighthouse From Naledi [Chapter 5]

5 comments
Reverse:
“Awalnya aku hanya ingin memberitahu kalian untuk penemuan-penemuan baruku untuk memperbaiki namaku yang buruk di mata dunia, tapi sekarang aku ingin ... flashdisk yang kau miliki, Hana.” Key menyeringai lebar dan berjalan dua langkah. “Dua menit dari sekarang, atau kalian akan tinggal di sini bersamaku.”



Dewa sesegera mungkin memaksa Hana untuk memberikan, tapi Raka masih tak berkutik seakan pasrah dengan keadaan. Hana yang melihat tidak ada tanda-tanda alternatif lain, dengan berat hati membiarkan Key memiliki flashdisk itu dan data yang hampir sempurna mereka unduh itu akhirnya resmi dimiliki Key.

“Naledi, keluarkan mereka dan bawa mereka ke tempat mesentery!” Key memberi perintah sambil membawa mesentery dan flashdisk dengan senyum kemenangannya.

“Ap—apa? Kami sudah memberikan apa yang kau inginkan, Key!” Raka membentak Key yang sudah melanggar janjinya.

“Manusia bodoh! Pantas saja semua orang membencimu, selain karena obsesimu yang terlalu tinggi, kau juga ternyata pembohong besar, jangan-jangan semua yang kau katakan hanyalah sampah,” ujar Dewa saking geramnya.

Key sontak berbalik dan menghentikan langkah sembari menghampiri mereka dan berucap, “Hey pincang, kau pikir apa gunamu di dunia ini? Lihat kakimu, kalaulah Naledi yang kuciptakan tidak menuntunmu ke sini, pasti kau akan mati, lagi pun tidak ada yang ingin menahanmu, kau tidak akan berguna di sini.”

Setelah Key pergi, mereka saling bertatapan dan hanyut dalam pikiran masing-masing. Kemungkinan mereka selamat sangat kecil, apalagi mereka hanya dihadapkan pada dua pilihan, mati di sini dan mesentery mereka akan diambil, atau menjadi pengikut Key yang notabene ingin membuat manusia baru yang lebih sempurna.

“Tuanku meminta salah seorang dari kalian, kecuali si pincang yang kakinya terluka,” kata Naledi lain yang membuat Raka dan Hana sontak bertatapan.

Antara lega dan takut, Dewa menghirup napas pelan dan menyuruh Raka yang pergi.

“Hana, jagalah kondisi Dewa, biar aku yang pergi.” Raka tersenyum tipis untuk menenangkan teman-temannya seakan ia akan baik-baik saja. Sedangkan Hana langsung menahan darah yang terus menerus keluar dari kaki Dewa.

Setelah Naledi menuntun Raka menghadap Key, tanpa berlama-lama, Raka langsung menanyakan apa maksud Key memanggilnya.

“Ya, sudah kuduga. Tidak mungkin kau membiarkan perempuan itu yang menemuiku,” ujar Key.
“Katakan apa maumu agar kami keluar dari sini,” balas Raka.

“Sederhana. Aku hanya butuh tenaga kalian untuk membuat manusia baru seperti Naledi dalam wujud perempuan yang abadi, dan aku sudah membuat kerangkanya.” Key mengambil mesenterynya sambil berkata, “Dengan menggunakan ini.”

“Teorimu itu mustahil, Key. Mesentery hanya organ tambahan dan tidak akan bekerja begitu saja,” jawab Raka ketus. “Kau tahu, kau hanya perlu kembali ke Amerika dan menunjukkan flashdisk itu pada lembaga antariksa agar namamu tidak buruk.”

“Aku tidak akan dan tidak berniat ke sana lagi, hanya saja aku juga tidak ingin kalian berhasil menyampaikan dataset itu sebelum keinginanku tercapai.”

Sesaat Raka dan Key berbincang, Hana menyusun rencana untuk keluar dari kurungan itu melalui bantuan Dewa.

“Naledi, tolong panggilkan Naledi yang membuat cairan itu, sepertinya aku akan mati.” Dewa berpura-pura ingin pingsan demi bertemu dengan Naledi yang pertama kali mereka jumpai.

Untungnya, Naledi itu langsung membawakan minuman yang diminta dan serta merta menggantikan posisi Naledi sebelumnya.

Walaupun semua Naledi bentuknya sama, tapi Naledi yang pertama kali mereka jumpai memiliki bekas darah di tangan kanannya saat memopoh Dewa.

“Naledi, bisa kau lepaskan kami?” tanya Hana yang langsung dijawab Naledi dengan gelengan.

Mesenterylah yang bisa menghapuskan harapan Tuan kami, tapi disaat mesentery musnah, kami tidak akan bertahan hidup,” ujar Naledi menatap ujung Gua tempat Key dan Raka berbincang. “Itulah yang sedang mereka bicarakan, Tuanku ingin membuat manusia baru yang lebih sempurna.”

Dewa dan Hana saling bertatapan tidak percaya. Sedangkan Raka masih berada di ujung Gua tertutup yang berbahaya itu. Dan Dewa yang terluka itu hampir saja putus asa dan ingin mati dalam keadaan bijaksana andai saja perkataan Naledi itu tidak terlontar dan membuatnya berdiri dengan semangatnya.

*** To Be Continue...
Continue reading →

"Selangkanganku Bukan Milik Negara."

0 comments

Ingin menilai sedikit tentang demo yang sedang maraknya hari ini. Ada sebagian yang mengutarakan pendapat seperti orang cerdas, dan ada juga yang secara terang-terangan menurunkan harga dirinya. Sebut saja, ada beberapa mahasiswa yang membuat slogan-slogan bodoh yang tidak patut ditiru. Semisal, “Selangkanku bukan milik negara.” Bahkan sekarang ada video yang lagi marak-maraknya menyita perhatian media.

Diupload di twitter dengan berkata, ‘Selangkanganku Milik Pacarku, Bukan Milik Negara” Like wtf? Bagaimana seorang perempuan yang dimuliakan dari lahir, bahkan surga pun ada di telapak kaki ibu dan dengan mudahnya membeberkan secara tidak langsung bahwa ia pernah berhubungan intim dengan pacarnya.

Sebagai seorang penulis dan sebagai mahasiswa yang pernah turun ke jalan, saya juga sering melihat slogan tidak senonoh dan setiap kali ditanya kenapa bisa turun, mereka hanya mempermasalahkan bagian sexnya saja. saya juga awalnya kontra dengan RUU KUHP yang segala sesuatu urusannya diatur oleh pemerintah. Tapi jika kita telusuri lebih lanjut, RUU KUHP ini sudah ada sejak dulu, dan sekarang hanya diperbaharui saja.

Bahwa segala pasal yang tercantum, masih ada pasal pendukung lainnya. Seperti seorang suami yang memperkosa istri, dan pasal pendukungnya adalah bahwa hanya ketika istri melapor. Jadi jika tidak ada laporan pada pemerintah ya tidak ada masalah. Seperti ayam, perempuan pulang malam yang sangat membuat saya malu sekali karena pernah merasa diatur undang-undang, ternyata saya tidak baca pasal pendukungnya.

Paling memalukan sekali masalah sex ini, bahkan anak SMA yang turun sewaktu unjuk rasa hanya mengingat bagian itu saja, bahkan hanya ikut-ikutan teman. Dan Indonesia memang sampai saat ini setolol ini. Saya pertama kali turun unjuk rasa melihat semua mahasiswa dan siswa SMA lari karena gas air mata dan ditangkap polisi, tidak sadar bahwa polisi sebenarnya sudah membidik wajah mereka.

Apa tidak malu pada orang tua jika melihat anaknya viral dengan cara seperti itu? Anaknya masuk TV karena terang-terangan melakukan zina karena pacarnya, dan juga banyak tweet viral lain yang mendukung adanya LGBT dan menyalahkan Fathur selaku Ketua BEM UGM. Saya selaku pengamat, masih kurang kesadaran tentang apa-apa saja norma dan etika yang ada di Indonesia. Banyak yang selalu berlaku seperti orang Barat, tapi lupa tempat di mana ia lahir.  

Bagaimana menurut kalian dengan demo kali ini? Dengan slogan-slogan yang membuat diri sendiri terlihat bodoh. Saya saja malu dengan pernah ikut bersuara tentang RUU KUHP karena kurangnya membaca. Apalagi dengan perempuan-perempuan yang demi sensasi dan demi dikatakan “Mantap” membentak pemerintah bahwa selangkangannya hanya pacarnya yang bisa mengurus. Jika ingin melihat videonya, langsung saja klik di sini.


Continue reading →
Sunday, 29 September 2019

Resensi Novel Winter In Tokyo Karya Ilana Tan

7 comments

Judul buku : Winter in Tokyo
Penulis : Ilana Tan
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit  : 2011
Tebal : 320 hlm
Harga : Rp 42.000
Tebal Buku  : 20 cm

Sebuah novel yang berjudul “Autumn in Paris” adalah novel yang ditulis oleh Ilana Tan. Ilana Tan menulis serta membuat novel ini dengan langsung mengunjungi tempat-tempat yang ditulisnya, seperti Paris dan tempat-tempat romantis lainnya dalam novel ini. Novel ini  diangkat dengan tema sepasang kekasih yang saling mencintai tapi pada akhirnya mendapat kenyataan pahit di sepertiga halaman terakhir. Novel ini benar-benar membuat siapa pun yang membacanya pasti terhanyut ke dalam kisah cinta yang sangat romantis sekaligus sad ending.  

Sinopsis Novel
Semua berawal ketika Ishida Keiko yang tinggal di sebuah apartemen kecil dua lantai di pinggiran Tokyo mendadak kedatangan tetangga barunya, Nishimura Kazuto. Dia kembali ke Tokyo setelah 10 tahun lamanya tinggal di Amerika dan tidak pernah pulang ke Jepang. Alasan kepulangannya satu, untuk melupakan Yuri. Sahabat, tetangga, dan wanita yang dicintainya dan akan menikah dengan sahabatnya sendiri. Perlahan, Keiko mulai akrab dengan Kazuto. Meskipun kesan pertama Keiko setelah melihat Kazuto Nishimura adalah seorang pria yang cukup berantakan, namun kebaikan hati Kazuto mampu menyentuh hati Keiko dalam jangka waktu pendek, karena Kazuto ternyata seorang pria yang perhatian, baik hati, menyenangkan dan bisa diandalkan. Apartemen mereka yang berhadapan, semakin mempererat hubungan keduanya.

Keduanya tidak sadar ketika cinta perlahan menelusup di hati. Di sisi lain, Keiko yang sejak kecil masih dibayang-bayangi oleh cinta pertamanya, seorang bocah laki-laki bertopi biru yang menolongnya mencarikan kalung di hari bersalju, nampaknya kurang bisa membuka hati ke pria lain walaupun Kazuto sedekat itu dengannya. Keiko yang masih terbayang akan cinta pertamanya, Kitano Akira, mencoba memungkiri perasaannya. Seolah melupakan Kazuto, Keiko terbuai dalam angannya sendiri. Kazuto di pihak lain, lebih ekspresif, mengingat pekerjaannya sebagai street photografer, ia lebih cepat menyadari perasaannya terhadap Keiko.

Fokus kameranya selalu membidik sosok Keiko. Mengejar sosok Keiko, dan frustasi karena Keiko tidak pernah bisa melihatnya. Semua berjalan begitu salah. Sampai suatu hari pertemuan tak terduga dengan cinta pertamanya menghampiri dengan tiba-tiba. Ternyata cinta pertama Keiko sewaktu kecil dulu adalah sahabat Kazuto sejak kecil yang bernama Kitano Akira. Keiko yang masih berbunga-bunga lantaran bertemu dengan cinta pertamanya harus menghadapi kenyataan pahit yang lain ketika, sesuatu yang berharga yang telah lama di sampingnya seakan menghilang tak berbekas, karena sebuah kecelakaan tak terduga terjadi yang menyebabkan Kazuto Nishimura kehilangan ingatannya.

Kemudian, Kazuto kehilangan ingatan karena sebuah kecelakaan. Di sini adalah letak klimaks yang sangat menyedihkan, membuat pembaca bisa berkaca-kaca. Apalagi Ishida masih ingat betul semua kenangan indah yang pernah ada antara dirinya dan Kazuto. Ia masih bisa mengingat hingga hari sebelum kepulangannya ke Tokyo saat ia masih di Amerika. Celakanya ia melupakan bagian terbaik kenangannya selama sebulan di Tokyo. Termasuk seseorang yang sudah menjadi bagian dari hidupnya, atau kejadian saat malam natal, ucapannya di stasiun, janjinya akan hari valentine. Disaat dia tidak bisa mengingat apapun, Yuri bagian dari masa lalu itupun datang. Membuat dia semakin jauh dari orang yang harusnya dia sayangi.

Tapi takdir tetap bermain disini. Terhalang apapun, hati tidak pernah berbohong. Dia, dia yang hilang ingatan, yang seharusnya tidak ingat apa-apa selalu berdebar setiap kali melihat orang itu. Orang yang tidak bisa dia ingat. Saat itulah Keiko menyadari bagaimana perasaannya terhadap Kazuto. Ia merasa begitu kehilangan. Dan sangat sakit hati ketika Yuri datang ke Jepang. Namun perasaan tidak bisa berbohong. Kendati lupa akan kenangannya bersama Keiko, Kazuto tetap jatuh ke dalam perangkap cinta yang sama. Ia sekali lagi jatuh cinta pada Keiko. Namun, Kazuto tidak bisa berkutik ketika hubungan Keiko dengan Kitano Akira semakin intim. Semua terasa begitu salah. Apalagi saat Kazuto melihat Keiko bersama laki-laki lain yang ternyata pacar saudaranya. Ishida memiliki kembaran yang membuat Kazuto menyesal karena tidak pernah bertanya pada Keiko.

Sampai akhirnya Ishida Keiko benar-benar menyadari cintanya pada Nishimura Kazuto, dan begitu pun dengan Nishimura Kazuto yang sudah pulih dengan ingatannya yang masih mencintai Ishida Keiko sebelum, saat dan sesudah amnesia. Dan akhirnya mereka pun bersama. Setelah sebelumnya sadar bahwa laki-laki bertopi yang dulunya cinta pertama  Keiko, bukanlah Kitano Akira, tapi Nishimura Kazuto.
 
Biografi Pengarang

Ilana Tan adalah seorang novelis Indonesia yang dikenal karena menulis novel empat musim yang masing-masing novelnya disajikan dengan cerita yang latarnya berbeda-beda. Novel Ilana Tan memiliki keunikan, yaitu tokoh-tokoh dari novel yang satu dengan novel yang lainnya saling berkaitan. Selain itu, di setiap epilognya selalu dikejutkan dengan fakta-fakta dibalik cerita tersebut. 

Novel pertamanya berjudul Summer in Seoul (2006), novel keduanya berjudul Autumn in Paris(2007), novel ketiganya berjudul Winter in Tokyo (2008) dan novel keempatnya berjudul Spring in London (2010). Masing-masing novel diceritakan di kota-kota besar di dunia, yaitu Seoul (Korea Selatan), Paris (Perancis),Tokyo (Jepang), dan London (Inggris). Dan masing-masing novel diceritakan di musim yang berbeda; Summer (musim panas), Autumn (musim gugur), Winter (musim dingin), dan Spring (musim semi).


Winter in Tokyo merupakan novel karya penulis Indonesia, Ilana Tan, yang terbit pada tahun 2008. Novel ini merupakan novel ketiga dari Tetralogi Empat Musim, yang diikuti oleh Winter in Tokyo (2008). Ilana Tan juga dikenal sebagai penulis yang tidak ingin dikenali wajahnya.

Kelebihan
Novel ini adalah karya happy ending oleh sosok Ilana Tan. Ilana Tan adalah sosok pengarang novel yang menceritakan semua seluk beluk tokoh yang ia lukiskan dengan sangat detail. Dari mulai gerak-gerik tokohnya, sampai wajah tokoh-tokoh dalam novel ini, juga digambarkan Ilana Tan sedetail mungkin, sampai pembaca novel itu bisa membayangkan isi novel itu dalam pikiran. 

Selain itu, Ilana Tan pandai membuat kita terhanyut dalam cerita yang ia tulis. Dari mulai novel yang sebelumnya ia tulis sampai novel keempat yang berhubungan satu sama lain. Atau biasa disebut empat musim, di mana sebelumnya Ilana Tan menulis Summer in Seoul, lalu Autumn in Paris, Winter in Tokyo, dan Spring in London. Dan dari empat novel itu, Autumn in Paris adalah kisah cinta yang paling menghanyutkan dan membuat pembaca benar-benar menangis di endingnya. 

Dialog antartokoh yang ia buat begitu rinci sehingga mudah dipahami, dari gaya berbicara tokoh, bahasa yang tokoh gunakan, tempat-tempat yang dikunjungi tokoh, semua rasanya sudah dipertimbangkan dari awal hingga cerita itu benar-benar logis walaupun menyedihkan. 

Ilana Tan juga pandai dalam membuat suprise di ending ceritanya. Dari mulai prolog yang membuat penasaran, sampai epilog yang membuat kita terkejut karena peristiwa yang terjadi. Epilog yang selalu Ilana Tan tulis adalah bentuk plot twist yang membuat pembaca benar-benar tidak menyangka itu terjadi. Seperti plot twist cinta pertama Keiko, serta amnesia yang dialami oleh Kazuto. Semuanya terangkum secara rapi.

Dari sekian pengarang novel, Ilana Tan adalah pengarang yang menggunakan bahasa baku sehingga mudah dipahami, dibalut dengan bahasa asing sekaligus terjemahannya dan membuat pembaca memahami bahasa-bahasa asing yang tidak pernah didengar menjadi lebih tahu dari novel ini. Dibanding novel zaman sekarang yang menggunakan bahasa gaul dan terkadang sulit dipahami. 
Selain itu, romantis yang ditawarkan di novel ini benar-benar realita dan membuat pembaca pasti merasakan setiap hal yang dialami para tokoh. Romantis tanpa adegan vulgar dan kaku tapi terasa chemistry yang dibangun antar tokoh oleh Ilana Tan. Apalagi di novel ini sangat ditunjukkan bagaimana awal mula Keiko dan Kazuto yang sangat romantis, hingga bertemu takdir buruk sampai akhirnya bersama kembali dengan penuh perjuangan oleh Keiko. Penggunaan diksi dan majas oleh Ilana Tan sangat kuat, Ilana Tan pandai menyesuaikan diksi dan majas yang tepat, sehingga jikalau dikaji unsur ekstrinsik dan intrinsiknya, sangat banyak yang didapatkan.

Kekurangan

Berbicara kekurangan, bahkan beberapa pembaca bingung karena novel Ilana Tan sangat sulit dicari kesalahannya. Namun untuk novel ini ada beberapa bagian yang kurang dijelaskan. Seperti adegan Kazuto melihat kembaran Keiko, tidak ada dialog yang menyiratkan bahwa itu kembarannya sehingga mengakibatkan kesalahpahaman. Dan alurnya akan semakin panjang serta berputar-putar. Walaupun endingnya sulit ditebak, dikarenakan ada fakta-fakta yang diungkap Ilana Tan dipenghujung ending, jadi kita tidak akan pernah tahu endingnya jika hanya menebak, tapi bacalah sampai habis. 

Untuk beberapa pembaca, novel Ilana Tan terlalu tebal sehingga membuat orang malas membacanya, padahal, semua tetralogi yang dikembangkan Ilana Tan sangat mencerminkan kehidupan keluarga, manusia, dan cinta, dan bahasa yang digunakan bercampur aduk, sehingga banyak orang hanya terpaku pada bahasa Indonesianya.
Karena banyaknya adegan-adegan pertarungan yang dituangkan Ilana Tan dalam novel ini. Intinya, novel ini hanya punya kekurangan jika tidak dibaca dan tidak dipahami, apalagi alur yang digunakan Ilana Tan memang sulit dimengerti dan terkesan memainkan imajinasi dan mengulang peristiwa yang sebelumnya terjadi agar berkaitan satu sama lain.

Kesimpulan
Dari keseluruhan cerita dalam novel “Winter In Tokyo” ini menurut saya sangat bagus dan direkomendasikan buat semua kolektor novel terutama romance yang berbasis Happy Ending.  Dari awal kita memang disuruh untuk berimajinasi atau membayangkan semua konflik yang Ilana Tan buat. Dan jujur, banyak sekali surprise yang saya dapatkan dalam novel ini. Bahkan di ending, saya dikejutkan oleh fakta bahwa sebenarnya cinta pertama itu tidak jauh dari kita. Winter in Tokyo benar-benar novel yang menghanyutkan dan dalam kisah itu seolah saya berada di dalamnya. Adegan di mana Kazuto kehilangan ingatan membuat saya menitikkan air mata, apalagi ketika Keiko sudah mulai mencintainya.

Setelah saya membaca novel ini juga saya dapat menyimpulkan bahwa novel Winter In Tokyo adalah satu di antara sekian banyak novel popular yang memiliki kesan emosional tersendiri, bahagia, sedih, bercampur menjadi satu dan bahasa yang Ilana Tan buat, menambah pengetahuan saya.  
Jadi pada dasarnya nilai kesetiaan juga dihadapkan pada pilihan ini, bagaimana awal mula cinta itu muncul, saling mendukung, tidak meninggalkan, dan diceritakan pula bagaimana watak para tokoh yang berbeda satu sama lain. Ada yang jahat, egois, dan ada yang lemah lembut. jadi, novel ini benar-benar realita dan sangat saya rekomendasikan untuk dibaca. Apalagi bagi orang-orang yang sering dilema akan cinta. Bahwa novel ini mengajarkan bagaimana menyikapi itu semua.

Continue reading →
Saturday, 28 September 2019

Lighthouse From Naledi [Chapter 4]

1 comments
Reverse: 
Di dalam Gua itu terdapat beberapa Homo Naledi yang melakukan pekerjaan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Dimulai dari membuat alat sampai membuat makanan.




“Hingga saat ini, jenis manusia paling tua yang ditemukan adalah Ardipithecus ramidus yang hidup empat juta tahun yang lalu, lalu ditemukan Homo Naledi dan berdasarkan analisis pada sekitar seribu lima ratus potongan fosil yang diduga milik lima belas individu, Berger mengungkapkan bahwa manusia Naledi itu merupakan perpaduan antara manusia modern dan purba.” 

“Perpaduan itulah yang membuat Naledi mudah diajari, baik berbicara maupun menggunakan alat bahkan menciptakan minuman.” Seorang laki-laki normal -Tuan Naledi- yang memakai topeng itu tiba-tiba muncul dan berdiri di depan puluhan Homo Naledi.

Tepat ketika topeng itu dibuka, Hana, Raka, maupun Dewa menganga lebar melihat wajah laki-laki itu. Wajah yang kerap dicari beberapa tahun silam. Seorang mantan astronot yang menghilang tiga tahun yang lalu ternyata masih bertahan hidup di tempat yang sama mereka singgahi.

Key Alfido. Astronot yang pertama kali diutus ke pluto untuk mengunduh file dan menyimpannya. Key Alfido yang ternyata masih berdiri dengan sehat tanpa bekas luka sedikit pun. 

“Naledi, tangkap mereka!” Key memerintahkan para Naledi untuk menangkap Hana, Raka dan Dewa serta mengurung mereka di sebuah penjara dalam Gua yang lebih kecil.

Dewa yang masih sial dengan keadaaan kakinya makin mengumpat tidak jelas dengan peristiwa yang menimpa mereka. Sedangkan Hana masih memegang flashdisk yang sebelumnya ia ambil dari saku kanan celananya. 

Raka masih memikirkan cara untuk keluar dari penjara sampai Key datang dengan membawa sebuah organ berwarna merah namun bersih dari darah yang sontak membuat Dewa memeluk Hana saking takutnya. 

“Kalian tahu apa ini?” tanya Key sambil menyodorkan organ itu dengan tangan kanannya. 

Hana perlahan menjauh dari Dewa dan mendekati Raka yang menggeleng menjawab pertanyaan Key.    

“Organ ini disebut dengan mesentery, sebuah organ baru yang ditemukan di sistem pencernaan. Awalnya dikira sebagai serpihan bagian organ, ternyata sebuah organ utuh yang berfungsi berkesinambungan,” jelas Key.

“Mesentery juga merupakan lipatan dobel dari selaput perut –segaris dengan rongga perut. Ia merekatkan usus kita ke dinding perut dan bertugas memastikan semuanya "terkunci" di tempat yang seharusnya. Jadi organ dalam perut  takkan berantakan bila aku tak makan apa pun.”

“Aku mengumpulkan bagian organ ini dari jasad teman-temanku yang telah mati dan memindahkan satu per satu organ untuk membentuk manusia seperti mereka. Begitulah mereka bertahan hidup. Walau hanya satu atau dua orang yang saat itu baru kutemukan, nyatanya sudah puluhan yang telah hidup dari mereka.”

“Lalu untuk apa kau kurung kami di sini?” tanya Hana sambil mendekati Key yang menatap flashdisk yang dipegang Hana. Key tahu benar flashdisk itu pasti berisi data seperti yang pernah ia lakukan dulu.

“Awalnya aku hanya ingin memberitahu kalian dan memperbaiki namaku yang buruk di mata dunia, tapi sekarang aku ingin ... flashdisk yang kau miliki, Hana.” Key menyeringai lebar dan berjalan dua langkah. “Dua menit dari sekarang, atau kalian akan tinggal di sini bersamaku.”

***
To Be Continue...


Continue reading →
Friday, 27 September 2019

Wadah Acuan Mahasiswa Berkompetensi Sehat di Bidang Olahraga

10 comments
Jauh sekali sebelum perlombaan olahraga modern masa kini, sudah ada cikal bakal lomba yang diadakan pada masa Yunani.  Dan yang berlangsung saat ini adalah representasi dari referensi Olahraga Olimpiade masa dulu.

Sebagai aktivis maupun non aktivis kampus pastilah mengenal apa itu olahraga. Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani dan selain menciptakan kebugaran juga dapat menambah wawasan pengetahuan tentang olahraga yang digeluti, juga menambah pengalaman serta teman jika mengikuti suatu perlombaan atau Olimpiade. Bahkan sejak dini pun kita dilatih untuk terus berolahraga. Dalam kancah Internasional, sudah banyak olahraga-olahraga yang digeluti oleh atlit-atlit Indonesia. Nah di Indonesia sendiri ada sebuah ajang yang sudah berlangsung sejak lama pada tahun 1990 dan diselenggarakan di Yogyakarta, yakni POMNAS.

Tim Renang DKI Jakarta di POMNAS XVI
Sumber : antaranews.com
Apa sebenarnya itu POMNAS?
POMNAS atau Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional adalah ajang olahraga nasional antar provinsi untuk mahasiswa perguruan tinggi tingkat sarjana dan diploma di Indonesia. Seperti singkatannya,  POMNAS hanya untuk setiap mahasiswa di seluruh Indonesia dan hanya diadakan setiap dua tahun sekali. POMNAS juga diselenggarakan berdasarkan tanggung jawab Pengurus Pusat Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI). Nah dan ternyata selain didukung oleh anggaran Kemenristekdikti, ajang olahraga terbesar mahasiswa nasional ini mendapatkan dukungan dana dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Universitas Negeri Jakarta, Kementerian Pemuda dan Olahraga, BPJS Ketenagakerjaan, Telkom dan sponsor lainnya. 

Saya sebagai mahasiswa aktif di salah satu kampus Sumatera Utara merasakan POMNAS begitu diminati oleh para mahasiswanya. Bahkan dua atlet renang yang diturunkan dalam POMNAS tahun ini merupakan andalan Sumut juga sejumlah atlit pelatnas yang merupakan mahasiwa akan diturunkan mewakili Sumatera Utara.

Dan menurut saya  olahraga merupakan bagian hal paling penting yang harus dicanangkan di setiap daerah. Terkhususnya pelajar dan mahasiswa agar bisa menuangkan bakat-bakatnya dan menciptakan bibit unggul penerus atlet olahraga Indonesia. Karena memang di usia seperti inilah kekuatan setiap orang lebih prima dan sangat bermanfaat pula untuk latar belakang pengalaman saat kita pernah mengikuti suatu cabang olahraga maupun hal lainnya. Seperti kita tahu Susi Susanti dan suaminya juga memenangkan cabang lomba di umurnya yang masih kepala dua. Sama seperti mahasiswa pada umumnya, bukan?

Sejak tahun 1950, sudah banyak organisasi dan perkumpulan mahasiswa yang telah terbentuk serta berkembang. Bahkan POMNAS sendiri terlaksana karena adanya sejarah perjalanan BAPOMI sebagai induk olah raga kemahasiswaan di Indonesia. Sehingga di setiap daerah sudah ada perkumpulan mahasiswanya dalam menghadapi ajang olahraga nasional ini. Misalnya di Sumut ada PRSI Sumut yang dicanangkan untuk mewakili ajang olahraga renang, di Jakarta telah membentuk suatu wadah olah raga mahasiswa yaitu UFIA, di Bandung IOMA, dan di Bogor UFA. Semua perkumpulan ini tentu memiliki mahasiswa-mahasiswa aktif untuk terus diajari dan dilatih dalam mempersiapkan ajang olahraga POMNAS dan lainnya.

Selain mengasah kemampuan dalam kebugaran jasmani dan rohani, olahraga juga mampu mengeratkan tali silaturahmi dengan mengenal beberapa pesaing antar provinsi, bukan? Hal ini tentu mampu untuk membangkitkan semangat kebangsaan ketika mengetahui ternyata banyak bakat-bakat atau orang-orang hebat terpilih karena kemampuannya dalam berlatih maupun kelebihannya sejak dini. Bayangkan saja jika kita terpilih untuk mengikuti lomba yang sangat kita minati dan diizinkan untuk bersaing, lalu kita bertemu lawan yang berbeda dari 33 provinsi, dan ketika kita meraih medali, pastinya ada kebanggan tersendiri. Setiap orang menyemangati kita, bukan lagi hanya sekedar bertarung untuk diri sendiri juga membawa nama kampus dan nama provinsi.

Pastilah sangat membanggakan orang tua, pelatih, hingga aktivis-aktivis kampus akan datang menyoroti dan menunjukkan betapa bangganya orang-orang di sekitar. Dan jika kita kalah, tidak serta merta semuanya berakhir, tidak ada kata menyerah dalam kamus seorang mahasiswa. Oleh karena itu kebanyakan pemenang berasal dari pemain lama. Sangat tidak ada ruginya, bukan? Semangat kebangsaan yang ada di setiap orang khususnya mahasiswa tidak hanya tentang semangat dalam hal akademis namun juga atletis. Ketika tubuh bugar, maka pikiran pun akan jernih serta merta akademis pun tetap berjalan lancar. Bahkan dosen dalam suatu fakultas tidak mungkin melarang mahasiswanya untuk berkreasi dengan melancarkan dan meramaikan kegiatan atau ajang bergengsi seperti POMNAS.

Seperti yang diketahui, POMNAS terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2017, yang berarti POMNAS akan digelar pada tahun ini yakni POMNAS XVI.  Setiap mahasiswa pasti sudah menunggu ajang ini agar dapat menyalurkan bakat dan prestasi yang pernah dimiliki. Dan Indonesia juga butuh bibit-bibit atlet olahraga nasional untuk membuktikan bahwa Indonesia layak bersaing di Internasional khususnya bidang olahraga. Olahraga yang tidak hanya tentang berlomba, namun juga membangun semangat kebangsaan dengan saling berkomunikasi antar lawan, mengenali gerak-gerik lawan, berteman dan mengenal satu sama lain serta menambah pengalaman.

Bukankah tujuan sebagai mahasiswa untuk berkomunikasi? Berbicara mengeluarkan pendapat dan melakukan apa yang benar-benar diminati?  Menunjukkan prestasi tidak hanya melulu akademis tapi di luar kampus? Untuk itu pula mahasiswa dan olahraga memang tidak dapat dipisahkan. Walaupun tidak mengikuti perlombaan, mahasiswa juga sering fitness, lari, renang, bermain bola, bermain badminton, hanya untuk bersenang-senang dan melepas penat di kampus. Lantas mengapa tidak bermain sambal menunjukkan prestasi? Dan melalui POMNAS XVI, diharapkan mahasiswa berkompetensi secara sehat dan menjadi wadah acuan bagi ajang-ajang olahraga lainnya.




Continue reading →
Thursday, 26 September 2019

GoClean, Ringankan Bebanmu bersama GoLife

6 comments

Tugas Cendikiawan itu membangun bangsa. Urusan lain, GoLife jagonya.

 

Aplikasi penyedia layanan yang hampir digunakan di semua kalangan masyarakat, tidak lain dan tidak bukan adalah Gojek. Dan ada juga beberapa aplikasi layanan jasa lainnya yang kerap digunakan untuk membantu setiap orang dalam berkendara, memesan makanan, dan beberapa lainnya. Dan Gojek adalah salah satu aplikasi terbesar yang digunakan, karena menyediakan jasa layanan yang diminati masyarakat.
Logo Go Life


Ternyata selain berfokus pada aplikasi Gojek, ternyata ada aplikasi Golife yang merupakan bagian dari Gojek. Golife lebih dari sekedar aplikasi penyedia layanan, tapi jug punya misi sosial: meningkatkan taraf hidup dan mensejahterakan hidup orang banyak. Dengan memakai jasa GoMassage, GoClean, GoClam, GoAuto, GoFix, GoLaundry, atau GoPertamina dan hal ini dapat membantu mewujudkan mimpi-mimpi para mitra dan keluarganya.

GoLife yang dirilis pada 30 Januari 2017 dan diupdate pada 5 September 2019 ternyata sudah didownload lebih dari 1 juta orang dengan versi 3.26.1. Bagian paling pentingnya adalah GoLife ditawarkan oleh PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa dan selain memberikan kemudahan dalam pekerjaan seperti kebersihan dan pijatan, secara tidak langsung customer juga membantu mitranya.

Cara Mendownload GoLife

GoLife memang merupakan bagian dari GoJek tapi terdiri dari dua aplikasi yang berbeda. Dan GoClean maupun GoMassage merupakan bagian dari GoLife. Oleh karena itu, kamu harus mendownload aplikasi GoLife terlebih dahulu. 

Caranya cukup ketik GoLife di Google Play Store dan kamu hanya perlu memasukkan no handphone yang sudah terdaftar di Gojek. Sangat mudah, bukan?

Tampilan GoLife dan Layanannya

Nah, berdasarkan gambar di atas, kamu hanya perlu memilih mana layanan yang kamu mau. Di sini saya menggunakan layanan GoClean karena banyak fitur-fitur menarik yang digunakan untuk anak kos.

GoClean

GoLife mempunyai salah satu layanan kebersihan profesional yakni, GoClean.

Apa yang membuat GoClean Terpercaya?
  • Mitra-mitra yang terlatih dan terpercaya siap untuk memberikan berbagai jasa bersih-bersih rumah, kantor, kamar kost, dan lainnya. 
  • Fiturnya mulai dari menyapu, cuci piring, tukang setrika, sikat WC, dan masih banyak lagi. Hanya dengan klik pesan. 
  • Mendukung deep cleaning.
  • GoClean bisa ditemukan di JABODETABEK, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Malang, Surabaya, Bali, Medan, Palembang, Balikpapan, Manado, Makassar, dan masih banyak lagi.

Sedikit referensi, sebagai anak kos, saya lebih sering tidak ada waktu luang dalam mengerjakan atau menyetrika pakaian. Apalagi pakaian-pakaian yang mudah kusut seperti kemeja. GoClean merupakan salah satu solusi yang tepat karena mendatangkan pekerja yang profesional dan sudah terpercaya. 

Hal Menarik di GoClean

GoClean tidak sembarangan dalam menentukan pekerja, customer  berhak memilih pekerja perempuan atau laki-laki. Sehingga tidak masalah bagi saya yang tinggal di asrama jika tamunya perempuan. Di sini juga kamu bebas memilih ingin menggunakann perlengkapan pribadi atau perlengkapan GoClean. 


Tampilan Menu GoClean


Cara memesannya juga mudah, tinggal klik GoClean lalu kamu hanya perlu memilih layanan reguler atau spesial. Nah, dalam hal ini saya memilih spesial karena untuk anak kos, dan muncul pesanan pembersihan atau setrika.  Kebetulan saya juga memilih setrika dan di sini hitungannya per jam dan bisa ditambah sesuai kesepakatan customer dan pekerja.

Pelayanan GoClean


Pelayanan GoClean saat menyetrika


Salah satu pekerja GoClean
Sedikit cerita, hari pertama saya memesan GoClean, saya bertemu dengan mbak Indri, yang awalnya saya kira laki-laki. Dia sangat ramah dan ternyata juga pernah jadi mahasiswa. Selama menyetrika, mbak Indri selalu bertanya dan mencairkan suasana, dirinya sudah bekerja lebih dari 1 tahun. 

Tidak hanya itu, mbak Indri juga bercerita bahwa rekan-rekannya banyak yang ibu-ibu dan juga terpercaya. Semua pekerja GoClean bersedia mendatangi rumah, kos, walau dengan berjalan kaki. Selain meringankan beban customer ternyata mereka mempunyai pekerjaan dan menambah uang jajan. 

Selain itu, setrika maupun fitur di GoClean tidak terlalu mahal, cukup untuk anak kos. Apalagi pelayanannya, mereka yang datang sekedar setrika tapi mau menyapu sedikit agar lantai bersih. Dan yang memang pembersihan menggunakan perlengkapan GoClean, maka kamu hanya perlu duduk dan menunggu mereka sampai.

Pemesanan di GoClean 





Keterangan:
  1. Kamu hanya perlu mengklik pilihan antara reguler dan spesial berdasarkan fungsinya
  2. Peralatannya boleh dipilih ingin pribadi atau tidak
  3. Durasinya juga bisa kamu tentukan
  4. Setelah itu klik Pesan. 

Solusi dari GoClean

Dewasa ini, banyak pekerjaan yang tertinggal karena kesibukan, atau sebenarnya memang kamar kita yang bermasalah, entah di kamar mandinya atau bagian kebersihan lainnya. Boleh saya memanggil tukang kebersihan, namun di saat sedang butuh, atau yang terpercaya, kenapa tidak punya solusi lain? 

GoClean hadir dengan fitur-fitur yang sangat bermanfaat dan membantu berkurangnya pengangguran. Kamu yang sekarang ini jadi mahasiswa, atau pelajar juga bisa bergabung di GoClean dan mengerjakan pekerjaan kapan pun kamu mau. Menggunakan GoClean memang sangat membantu, dan meringankan pekerjaan saya sebagai anak kos juga. Dan tidak perlu khawatir, karena hasilnya pasti bagus. Saya sendiri sudah merasakannya, tinggal pilih pekerja apa yang kita inginkan, lalu pesan. 

Tidak perlu khawatir jika dibohongi, GoClean dari GoLife sendiri sudah menjamin peraturan-peraturannya. Intinya, di era serba digital ini, sangat dibutuhkan. Dan yang terpenting, selain memberikan kenyamanan dan kebersihan customer, juga membantu rezeki pekerja. Bersama GoClean, pasti ada jalan. 


Membersihkan kamar, menyetrika pakaian, memanggil pemijat, dan pekerjaan lainnya yang meringankan bebanmu, serta memudahkan harimu yang bisa kamu temukan di GoLife. GoClean, GoMassage dan beberapa kebutuhan lainnya juga bisa kamu cari di GoLife. Jika kamu adalah seorang pekerja yang pulang larut malam dan kemudian lelah sehingga tidak sempat menyelesaikan pekerjaan rumah, begitu juga dengan anak kos maka persembahan karya anak bangsa yakni GoClean akan sangat cocok untuk kamu.

Continue reading →

Lighthouse From Naledi [Chapter 3]

6 comments
Reverse Chapter 2:
Raka seketika berbalik dan membantu Hana untuk berdiri dan keluar dari pesawat. Sedangkan Dewa dibantu oleh laki-laki penolong tadi. Dewa yang sempat terkejut dengan penampakan laki-laki itu pun harus pingsan lagi dan terpaksa digendong keluar dari pesawat.


“Jadi, spesies apa kau ini?” tanya Hana sambil menatap manusia itu dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Homo Naledi, kami tidak bernama dan semua bangsa kami dipanggil dengan Naledi,” ujar Naledi sambil berjalan dan memopoh Dewa yang kakinya terluka. “Kami berasal dari Gua Rising Star bernama Dinaledi, di Afrika Selatan."

“Jadi ini masih di Bumi? Tepatnya di Afrika Selatan?” tanya Dewa tiba-tiba bangun yang sontak membuat Raka dan Hana terkejut mendengar suaranya.

“Benar di bumi. Tidak di Afrika Selatan. Dan tidak ada manusia normal seperti kalian yang hidup di tempat seperti ini, kecuali Tuan kami,” jawab Naledi.

“Sebenarnya kami juga tidak berniat ke sini, hanya saja salah satu di antara kami berusaha menerapkan alternatifnya sendiri dan menyebabkan kecelakaan ini.” Dewa menatap Hana sinis yang langsung ditengahi oleh Raka.

“Bagaimana kau bisa berbahasa seperti kami?” tanya Raka yang penasaran sedari tadi.

“Tuan kami yang mengajari kami, dia juga yang menciptakan minuman itu, Tuan mencari air di sekitar gurun dan kami yang mengolahnya,” jawab Naledi.

Otak manusia Naledi kecil, sekecil otak gorila. Giginya sederhana. Karakteristik dada manusia itu mirip kera, tetapi tangannya modern, mampu mendukung kegiatan membuat alat. Kakinya tegak mendukung kegiatan berjalan tegak, tetapi tangannya menekuk, mirip tangan monyet yang suka bergelantungan di pohon.

“Kita akan ke mana? Apa kita akan ke tempat Tuanmu?” tanya Raka sambil menatap Naledi yang terus berjalan tanpa mengenal lelah. Sudah beberapa jam waktu berlalu dan belum ada tanda-tanda makhluk itu akan berhenti.

Tapi Naledi itu tidak menjawab dan terus berjalan dan pada akhirnya sampai di sebuah Gua. Bila Gua tempat asal Naledi hanya harus melewati liang Superman Crawl yang lebarnya hanya dua puluh lima sentimeter dan Dragon Back yang lebarnya hanya 20 sentimeter maka Gua yang akan mereka lewati saat ini sangat besar dan lebar.


Di dalam Gua itu terdapat beberapa Homo Naledi yang melakukan pekerjaan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Dimulai dari membuat alat sampai membuat makanan.

***
To be continue...
Continue reading →
Wednesday, 25 September 2019

Lighthouse From Naledi [Chapter 2]

19 comments

Reverse:  Chapter 1
Dalam sepersekian detik, Space Shuttle (NASA) yang mereka tumpangi itu melesat dengan kecepatan 17.500 mil atau dua puluh delapan ribu kilometer per jam menuju Bumi.




“Jika kita browsing dan mengklik sebuah tautan internet, maka kita harus menunggu beberapa jam hingga situs mulai proses memuat halaman dan itu baru menunggu proses memuat halaman yang dimulai, belum menunggu halaman tersebut dimuat atau ditampilkan sepenuhnya yang membutuhkan waktu beberapa jam lagi. Apa kalian belum mendengarnya?” tanya Hana menatap kedua temannya.

“Aku bisa memastikan data itu akan terunduh setahun lagi, itu pun belum mentransfernya ke bumi, bahkan membutuhkan waktu puluhan tahun. Kalian boleh pulang dengan pesawat cadangan, dan biarkan saja aku di sini,” sambung Hana sambil mengambil beberapa peralatan pesawat jika memang ia ditakdirkan untuk sendirian berada di dalam pesawat.

“Baiklah, aku akan pulang,” ujar Raka sambil mengemasi peralatannya dan hendak memulai mengeluarkan pesawat cadangan.

Tapi itu tidak sampai saat Dewa berteriak dan menganjurkan semuanya untuk tiarap setelah meteor-meteor itu berjatuhan dan menyebabkan Space Shuttle itu oleng dan mendarat secara paksa.

Sebuah teori terkenal menyatakan bahwa meteor-meteor itu jatuh akibat transformasi yang 

disebabkan oleh banyaknya bencana kosmik, di mana dua galaksi berbentuk cakram saling mendominasi, berada terlalu dekat dengan satu sama lain, kemudian dipaksa oleh gravitasi untuk bergabung menjadi satu galaksi. Penggabungan tersebut kemudian menghancurkan bentuk cakram dan menciptakan tumpukan bintang-bintang serta meteor-meteor.

Di saat mereka berpegangan tangan dan berdoa satu sama lain, pesawat itu ternyata sudah jatuh ke daerah gurun yang begitu panas. Bila di planet pluto tadi hawa sangat dingin dan seperti malam hari, maka daerah ini begitu panas dan siang hari.

“Apa kalian baik-baik saja?” Suara seorang laki-laki sontak membangunkan Raka yang pertama kali sadar dari kecelakaan pesawat itu.  

“Hana, Dewa, Bangun!” Raka mengguncang tubuh Hana yang masih terkulai lemas dan berdarah tepat di bawah kemudi pesawat yang menghimpit Dewa.

“Kau tidak akan melihat mereka lagi jika kau tidak memberikan ini pada mereka,” ujar laki-laki itu lagi –yang wajahnya tertutupi sinar matahari yang menyengat. Raka kemudian menerima cairan bening dalam tempurung yang disodorkan orang itu dan memberikannya pada Dewa dan Hana.

Raka kemudian berjalan pelan untuk melihat sosok itu. Sosok seorang manusia yang memiliki bulu lebat tebal di daerah pipinya, mata coklat dengan kulit hitam terdapat garis-garis keriput di wajahnya. Lubang hidung laki-laki itu lebih lebar dari lubang hidung penduduk bumi biasanya.

“Ini di mana?” tanya Hana sambil memijit kepalanya yang pusing.

“Singkirkan benda ini dari kakiku,” pinta Dewa sambil menahan sakit tak tertahankan dalam tubuhnya.

Raka seketika berbalik dan membantu Hana untuk berdiri dan keluar dari pesawat. Sedangkan Dewa dibantu oleh laki-laki penolong tadi. Dewa yang sempat terkejut dengan penampakan laki-laki itu pun harus pingsan lagi dan terpaksa digendong keluar dari pesawat.
Continue reading →

Labels

Cerpen (37) Wacana (18) Artikel (12) Puisi (8) Drabble (7) Sad Story (7) Review Blog (3) Ulasan (3) Essay (2) Lagi Viral (2) Resensi (2) Review Film (2) Review Series (2) Tips (2) Biografi (1) Quotes (1)