Saturday, 24 August 2019

My Rose

0 comments

"Ketika kau merasa dikhianati tanpa tahu penyebab penyakit hati yang kian membekas hingga melumpuhkan kesadaran dan berakhir penyesalan" (My Rose)





“Aku juga mencintaimu.” Suaranya membuyarkan lamunanku.

Kala itu, aku menatap bintang-bintang di malam hari, yang bersinar terang seperti dirinya. Aku terhanyut dan terbawa arus pada hal terindah saat dia senyum menatapku.

Kala itu, aku sangat gembira hingga ingin kubawa bulan itu dari atas sana. Karena saat itu, ia menerima cintaku dan mengungkapkan perasaannya.

Tapi sejak seminggu yang lalu, dia yang kerap dipanggil Delsa memalingkan wajahnya. Menatap bengis wajahku setiap kami bertemu.

Dua minggu hingga sebulan lamanya, dia menghindar dariku. Seperti ketakutan akan kehilangannya, hatiku tiba-tiba bergejolak, ingin bertanya sebab kenapa Delsa yang ceria menjauh dariku.

“Delsa,” panggilku keras sembari berlari mengejar dirinya.

“Jangan mengejar, tolong berbaliklah, aku tidak benar-benar mencintaimu.” Delsa berlari, dia hanya meninggalkan ucapan yang membuatku tertohok.

Delsa benar-benar pergi, dan aku benar-benar membencinya. Mawar merah yang dulu kuberikan padanya ingin kugoreskan di tangannya.

Tapi kenangan itu membuat mataku berair. Kakiku jatuh lunglai ke tanah, mawar hitam itu ingin kulukis berwarna merah seolah ingin Delsa kembali.

Aku tak pernah membayangkan Delsa menyayat nadinya. Perjalanannya masih panjang, tapi karena tekanan keluarganya, dia harus pergi selamanya.

Mawar hitam itu menjadi saksi tragis pupusnya cintaku, hilangnya harapanku, dan kesalahanku yang telah membencinya. Sejujurnya, aku menangis, ingin berteriak agar dia kembali.

Leave a Reply

Terima Kasih telah membaca. Akan sangat dihargai jika diberi kritik dan saran juga hal menarik lainnya yang akan dibahas :)

Labels

Cerpen (37) Wacana (18) Artikel (12) Puisi (8) Drabble (7) Sad Story (7) Review Blog (3) Ulasan (3) Essay (2) Lagi Viral (2) Resensi (2) Review Film (2) Review Series (2) Tips (2) Biografi (1) Quotes (1)