Friday, 2 August 2019

BESTFRIEND [EP 2]

0 comments

Hari ini temanku benar-benar membuatku bingung. Apa yang terjadi dengan dirinya selama ini? Bahkan setelah kami tidak bercengkrama untuk beberapa bulan. Yang aku tahu, katanya dia masih mencintai laki-laki itu.

Namun dalam beberapa menit berlalu, temanku memblokir aku yang sama sekali tidak tahu menahu perihal masalah mereka. Dan saat aku bertanya, ia menjawab bahwa ia sedang kesal.

“Kamu kenapa?”
“Dia bikin aku nangis lagi.”

Aku sontak menghela napas, berkali-kali menenangkan pikiran tentang apa sebenarnya yang dirasakan oleh temanku itu. Namun setelah beberapa kali aku berpikir, aku harus mendengarkan dua sisi.

Aku meminta akar dari permasalahan mereka, termasuk ss chat antara temanku dan ‘dia’. Dia siapa? Dia yang jadi tersangka setelah kasus-kasus sebelumnya. Dia yang selalu membuat temanku serba salah perihal cinta padahal sebelumnya biasa saja. Dia yang tidak rupawan tapi bisa memikat perempuan. Dia, Ardana.

Dan ketika ss chat itu terkuak, aku menggeleng melihat tingkah temanku itu.

Arda : Gapapa kok kamu jelek, biar aku aja yang suka.
BF : Hah? Gapapa juga aku jelek, tetep gasuka kamu. Sadar diri ya.
Arda : Karna sadar diri makanya aku suka samamu aja.
BF : Loh? Kan aku gak suka, kenapa masih bertahan?
Arda : Ydh itu kan hak mu untuk mencintai atau g. Toh aku juga punya hakku sendiri kok untuk mencintai mu.
BF : Kalo aku gasuka dicintaimu gimana?
Arda : Emang ada ruginya? Dari dulu juga awalnya waktu aku suka sma mu. Aku g pernah merasa kalo kamu juga bakal suka juga sama ku. Toh itu udh cukup untukku
BF : Rugila aku buang2 waktu blas chatmu, ngangkat vc mu yang gapenting sama sekali buat aku.
Arda : Dari sekian banyak laki-laki yang ngechat kamu cuma aku yang dianggap rugi?
BF : Setidaknya mreka ga vc aku tiap hari. Dan banyak yg bikin rugi, kamu salah satunya.
Arda : Harusnya aku sadar diri memang, aku gak bisa pengertian, bikin kamu nyaman, aku nyusahin.
BF : Nah itu tau sadar diri.
Arda : Maaf jika aku buang-buang waktumu selama ini. Aku bener-bener minta maaf. Sekarang aku ga akan ganggu kamu lagi.
BF : Yauda bagus.
Arda : :))

Senyuman itu, senyuman itu yang membuat temanku merasa sakit. Ia tidak menyangka respon Arda akan sebegitu kalemnya. Ia benar-benar merasa bersalah karena mengajak Arda berdebat. Karena bagaimana pun, aku tahu betul bagaimana perjuangan Arda selama ini. Yang kukira Ardalah yang salah, ternyata temanku sendiri yang memulainya. Pantas selama ini yang selalu mengalah adalah Arda.

Tapi aku tetap berusaha membalikkan keadaan dengan menenangkan temanku melalui vn whatsapp. Terkadang aku bernyanyi dan menelponnya. Namun Arda mengganggu pikiranku, bagaimana mungkin Arda selalu tahan dengan ancaman atau perlakuan kasar semacam ini. Seperti dengan mudahnya ditinggalkan dan dicampakkan begitu saja.

“Aku benar-benar terpukul, dia sekarang benar-benar dingin.” Ingin saja aku memakinya melalui telpon itu, tapi aku tidak tega. Aku hanya bisa menenangkannya dan mengucap sabar serta selalu menaruh harapan bahwa Arda hanya mengerjainya.

“Dengarkan aku, tidak selamanya seorang laki-laki mana pun sabar saat diperlakukan seperti itu kapan pun, kamu tau itu sakit untukmu, tapi akan lebih sakit pula untuknya. Jadi kamu hanya perlu menerima apa yang kamu inginkan. Terima saja jika dia benar-benar mengabaikanmu dan tidak mengganggumu lagi.”

Tiba-tiba isak tangis itu berhenti. Aku tidak tahu apa ia mendengarnya atau tidak, yang pasti aku ingat bahwa jam sudah menunjukkan pukul 0:41 dan mungkin saja temanku benar-benar tidur. Padahal aku berharap dia mendengarkan kata-kataku barusan.

Setelah menutup telpon itu, tiba-tiba sebuah chat Whatsapp membuat mataku melek seketika. Selain karena isinya mengagetkan, penutup pesan itu sudah menjawab pengirimnya, yang tak lain dan tak bukan adalah Arda.

“Raini, aku minta maaf tentang Alina, tapi tolong sampaikan, ternyata mencintai dalam diam membuatku mulai tersiksa. Aku malah bertemu seseorang, dan dia menerima aku apa adanya. Raini, beritahu aku harus bertahan apa tidak.

Ini Arda.”

***
To Be Continue
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nb: Kepada pembaca yang punya inspirasi, jikalau ada saran silahkan dikomen ya. Terima Kasih 💌

Leave a Reply

Terima Kasih telah membaca. Akan sangat dihargai jika diberi kritik dan saran juga hal menarik lainnya yang akan dibahas :)

Labels

Cerpen (37) Wacana (18) Artikel (12) Puisi (8) Drabble (7) Sad Story (7) Review Blog (3) Ulasan (3) Essay (2) Lagi Viral (2) Resensi (2) Review Film (2) Review Series (2) Tips (2) Biografi (1) Quotes (1)