Wednesday, 28 August 2019

MOBILE LEGEND MYSTERY

0 comments

"Ketika kau beranggapan biasa saja, namun yang terjadi adalah hal yang tidak kau sangka, sanggupkah dirimu berlaku biasa? Atau malah mencari pelakunya?" (Mobile Legend Mystery)


Kronologi :

15 Agustus 2019  16:21

Sekitar jam setengah lima, aku login dengan akun mobile legendku. Biasanya adikku yang memainkannya di warnet. Namun, beda halnya kali ini dia seakan tidak menggubris ucapan laki-laki itu yang kutahu adalah temanku sendiri. Karena aku panik, aku memutuskan mengirim pesan padanya.


Me : "Hey-hey. Yang mainin akunmu siapa?"
Him: "Gaktau dimainin siapa, sepertinya dihack."
Me : "Astaga pantes."
Him: "Kenapa rupanya?  Capek juga naikinnya."
Me: "Coba baca."

Dan aku memutuskan untuk mengirim screenshot chat itu tanpa berpikir panjang karena aku cuma ingin memastikan bahwa orang yang mehack sudah kelewat batas.










Intinya setelah aku mengirim itu, temanku itu benar-benar menyesal dan meminta maaf untuk sesuatu yang tidak dilakukannya. Well, aku juga tidak apa jika beneran dihack. Karena bagaimana pun aku harus bisa menanggung resiko saat memainkan game laki-laki itu, mungkin memang ada yang sengaja mencemarkan nama baik temanku itu. Aku juga bercerita bahwa akunku juga pernah dihack dan winrate serta ranknya diturunkan. Bahkan aku juga berkata kasar di bio saking marahnya aku. So, aku hanya menenangkan temanku dan berucap bahwa aku tidak apa-apa.

19 Agustus 2019

Aku kembali mendapatkan chat tidak sedap yang aku yakin adalah orang iseng. Dan aku mencoba membiarkan saja apa yang diucapkan sembari menanyakan mana temanku. Tapi kali ini aku tidak mengirim screenshotnya pada temanku agar temanku tidak merasa bersalah lagi.

Setelah dia mengganti namanya

26 Agustus 2019

Sebuah pesan masuk melalui Whatsapp dan isinya :

"Halo? Masih ada chat yang kamu ss kemarin?"

Aku membalas iya dan mengirim lagi semua ssnya. Hingga pesan masuk lainnya membuat aku terkejut. 

"Kurasa anak 18 yang ngehack."

Oke, jadi biar kujelaskan bahwa 18 yang dimaksud adalah stambuk 18 di jurusanku yang merupakan junior satu tahun di bawah. Awalnya aku tidak percaya itu mereka jika dilihat dari gaya tulisannya, namun keterangan temanku bahwa dia hanya memakai hp salah satu junior itu saat Liga, membuat aku tidak bisa berkata-kata. 

Äku teringat chat tanggal 19 dan aku mencoba meminta idnya. Awalnya aku tidak tahu kalau namanya sudah diganti sehingga saat aku cari di pertemanan gameku tidak ada nama "Kiming BOSS' lagi, melainkan 17 -- (sesuai gambar) Dan di situlah kecurigaanku dimulai. Bahwa pelakunya adalah, dari jurusanku sendiri.

Me: "Namanya udah diganti ya sepertinya ada chat terakhir kali dikirimnya."
Him: "Ohya? Coba liat."
(Aku mengirim ss chat pada 19 Agustus)

Sejak saat itu aku merasa bahwa ini bukan lagi kelakuan orang luar, melainkan orang-orang dalam jurusanku. Dalam hati aku bertanya, apa salahku pada mereka? Dan apa juga salah temanku pada mereka? 

27 Agustus 2019

Satu grup heboh perihal masalah ini. Aku yang tak sengaja merayakan ulang tahun temanku akhirnya diinterogasi. Aku mencoba menjelaskan perihal masalah ini pada mereka, dan semuanya tidak ada yang terima. Walaupun dalam diriku sendiri aku sudah biasa menerima chat tidak senonoh seperti itu, lain halnya dengan temanku yang geram dan tidak terima. 

Akhirnya teman-temanku yang lain mengadakan rapat dan mengumpulkan junior terkhusus laki-laki. Aku mendatangi temanku dan menjelaskan keraguanku bahwa ini bukan ulah junior melainkan senior. Tapi temanku sangat yakin karena ia hanya meminjam satu handphone di saat Liga.

Jadi, mereka semua menjelaskan kronologi itu dengan berapi-api. Di awal menit, mereka semua diam tak berkutik. Namun setelah di akhir menjelang maghrib mereka mencoba memecahkan kasus itu. Begini logika mereka. 

1. Saat orang itu menchat kakak, dia sama sekali tidak menyebutkan nama, yang artinya bisa saja itu bukan dari stambuk 18 karena kami pun tidak semua kenal. Dan, mungkin saja orang itu chat random karena kakak buat pake foto sendiri. 

2. Di saat liga hanya dua handphone yang kami pinjamkan, dan dua-duanya tidak ada akun itu. Bagaimana mungkin bisa kami dituduh?

3. Di jam yang sama saat menchat kakak, dia masih menggunakan nama Kiming BOSS dan itu bukanlah dari kami. Namun ketika dia mengganti namanya, mungkin saja itu hanya sekedar pengalihan isu agar ia tidak dicari padahal bukan dari jurusan kami. Sehingga orang-orang berspekulasi kamilah yang melakukannya. 

4. Mungkin memang benar stambuk 18, tapi dia melakukannya karena ada sakit hati pada orang abang dan kakak. 

Aku tidak diijinkan bicara setelah itu. Hanya laki-laki yang boleh bicara, tapi aku punya jawaban atas  spekulasi mereka.

1. Dia memang tidak menyebut nama, dan aku memang memasang foto, tapi tidak semua tahu jika foto yang kupasang adalah foto diriku sendiri. Bukankah kebanyakan orang memasang foto agar banyak followers padahal hode? Dan selagi pun selama aku memainkan ML aku tidak pernah mendapat chat seperti kalau tidak dari chat public itu pun karena menampakkan wajahku. Namun lain halnya dengan kasus ini, temanku jarang bermain denganku namun si pelaku dengan santai menchat aku? Dan mengatakan hal seperti itu? Seolah dia mengenalku. Dan, jikalau memang itu dihack dan tidak tahu pelakunya aku sih biasa saja. Namun yang jadi permasalahan, dia adalah bagian dari jurusanku saat dia mengganti namanya.

2. Apakah jika akun ML di logout ada jejaknya? Tidak ada bukan. Selagi pun dia hanya bilang bahwa akun itu yang ada di hpnya. Lalu siapa lagi tersanggka? 

3. Untuk pengalihan isu, temanku sendiri sudah cek semua akun teman-temannya namun tidak ada yang memainkan ML di jam itu. Apa lagi yang dialihkan?

4. Sakit hati itu banyak, dan temanku yang orang baik juga tidak punya masalah apa-apa kenapa harus bawa nama stambuk? 

Tapi aku tidak sepenuhnya menyalahkan juniorku, bahkan menurutku sendiri mungkin saja ini ulahnya senior yang tidak menyukaiku atau sakit hati padaku karena aku pernah mabar bersama mereka. Dan selagi pun dari kata-katanya saja tidak mungkin seorang junior yang seolah baru tamat SMA dan melihat kami saja pun takut bisa mengucapkan seperti itu. Atau kemungkinan terakhirnya adalah akun itu memang tinggal di hp junior, tapi yang memainkannya adalah senior yang berhubungan dengan junior itu, dan setelah melakukan hal itu seperti tidak ada jejaknya, dia melogoutnya.

Namun ada yang aneh, karena aku sudah membaca chat temanku sendiri melalui akun adiknya saat si pelaku on. Dan dia mengatakan bahwa hanya akun itu yang ada di hpnya. Aku makin bingung, tapi yeah walaupun mereka membela itu chat random, tapi apakah mereka membenarkan bahwa berkata seperti itu pada orang random adalah hal yang benar? Apakah mereka tidak punya pikiran? Aku memang sering dichat seperti itu namun bukan melalui ML, melainkan Twitter, namun kebanyakan dari mereka tidak aku gubris dan karena aku tahu bahwa Twitter banyak hal yang tidak disensor dan itu resikoku. Dan aku tidak mengenal mereka. 

Lain halnya dengan kasus ini yang dia kenal stambukku dan mereka berada di jurusan yang sama denganku. How could him? Apa pernah aku menyakitinya atau membuat dia sakit hati ? I don't know. Yang pasti aku tidak ingin bertumpu pada satu titik bahwa junior itulah yang melakukannya. Banyak kemungkinan besar, bisa jadi senior yang membenci stambukku atau, membenci aku dan temanku itu.

Menurut kalian gimana?




Continue reading →
Saturday, 24 August 2019

My Rose

0 comments

"Ketika kau merasa dikhianati tanpa tahu penyebab penyakit hati yang kian membekas hingga melumpuhkan kesadaran dan berakhir penyesalan" (My Rose)





“Aku juga mencintaimu.” Suaranya membuyarkan lamunanku.

Kala itu, aku menatap bintang-bintang di malam hari, yang bersinar terang seperti dirinya. Aku terhanyut dan terbawa arus pada hal terindah saat dia senyum menatapku.

Kala itu, aku sangat gembira hingga ingin kubawa bulan itu dari atas sana. Karena saat itu, ia menerima cintaku dan mengungkapkan perasaannya.

Tapi sejak seminggu yang lalu, dia yang kerap dipanggil Delsa memalingkan wajahnya. Menatap bengis wajahku setiap kami bertemu.

Dua minggu hingga sebulan lamanya, dia menghindar dariku. Seperti ketakutan akan kehilangannya, hatiku tiba-tiba bergejolak, ingin bertanya sebab kenapa Delsa yang ceria menjauh dariku.

“Delsa,” panggilku keras sembari berlari mengejar dirinya.

“Jangan mengejar, tolong berbaliklah, aku tidak benar-benar mencintaimu.” Delsa berlari, dia hanya meninggalkan ucapan yang membuatku tertohok.

Delsa benar-benar pergi, dan aku benar-benar membencinya. Mawar merah yang dulu kuberikan padanya ingin kugoreskan di tangannya.

Tapi kenangan itu membuat mataku berair. Kakiku jatuh lunglai ke tanah, mawar hitam itu ingin kulukis berwarna merah seolah ingin Delsa kembali.

Aku tak pernah membayangkan Delsa menyayat nadinya. Perjalanannya masih panjang, tapi karena tekanan keluarganya, dia harus pergi selamanya.

Mawar hitam itu menjadi saksi tragis pupusnya cintaku, hilangnya harapanku, dan kesalahanku yang telah membencinya. Sejujurnya, aku menangis, ingin berteriak agar dia kembali.

Continue reading →
Monday, 19 August 2019

Secercah Harapan untuk Ibu Kota Baru

6 comments



Berbuat untuk sebuah harapan, yang tidak lagi dikeluhkan tetapi diperjuangkan.”(Najwa Shihab)


Kutipan kalimat bijak tersebut sedang mengatakan bahwa sebuah harapan yang hadir dalam setiap pemikiran orang-orang tentang masa depan, tidak akan pernah tercapai jika hanya dalam bentuk kata-kata tanpa diperjuangkan. Sesuatu hal yang selalu diharapkan dapat bermanfaat namun jika dikeluhkan hanya dapat memperkecil suatu hasil. Seperti sebuah perencanaan yang hanya disimpan tanpa pernah ditindak lanjuti. Bahwa tanpa harapan, tidak akan pernah terjadi sesuatu yang besar. Seperti halnya harapan besar Soekarno untuk Indonesia di masa penjajahan, harapan besar Raden Adjeng Kartini untuk para perempuan, dan juga harapan besar tokoh-tokoh dunia untuk kemajuan negara yang ditempatinya.

Demikian pula dengan penetapan atau informasi yang sudah beredar di sosial media mengenai bangsa kita. Bangsa yang membutuhkan harapan baru untuk berpijak dengan menetapkan satu titik yang sedari dulu kita banggakan dan merupakan simbol dari setiap negara. Setiap negara yang tidak lain dan tidak bukan pasti akan lebih dikenal dengan ibu kotanya. Ibu kota yang menurut pengertiannya adalah kota tempat kedudukan pusat pemerintahan suatu negara, dan tempat dihimpun unsur administratif, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Indonesia memiliki badan khusus yang menangani perencanaan nasional. Dan dalam hal ini adalah Kementerian PPN atau BappenasBukan hal yang mudah dalam menentukan perencanaan, apalagi untuk sesuatu hal yang besar yaitu pemindahan Ibu Kota Baru. Dikutip dari Thomas Alva Edison, ia mengatakan bahwa ”Sibuk tidak selalu berarti benar-benar bekerja. Tujuan dari semua pekerjaan adalah hasil atau pencapaian dan untuk mencapai salah satu dari tujuan tersebut harus ada pemikiran, sistem, perencanaan, kecerdasan, dan tujuan yang tulus, serta kerja keras. Terlihat bekerja bukanlah bekerja.” Artinya dibutuhkan pula seseorang yang bisa memimpin dalam upaya pemindahan Ibu Kota Baru yang sesuai dengan apa yang dicita-citakan. Tidak hanya untuk terlihat bekerja namun benar-benar bekerja.

Upaya Bappenas dalam melakukan pemindahan Ibu Kota Baru tentulah tidak sembarangan, artinya telah terjadi perencanaan sejak dini hingga akhirnya matang dan disetujui oleh Presiden Joko Widodo. Dilansir dari makassar.id, Presiden Joko Widodo mengatakan ia ingin melihat visi ke depan seperti apa. Indonesia sebagai negara besar juga ingin memiliki pusat pemerintahan yang terpisah dengan pusat ekonomi, bisnis, perdagangan, dan jasa serta dapat menapak ke depan sebagai sebuah negara maju.

Pada tahun 1961, status Djakarta diubah dari Daerah Tingkat Satu menjadi Daerah Khusus Ibukota (DKI), artinya sudah berpuluh tahun lamanya dipercayakan menjadi ibukota salah satu negara berkembang, yakni Indonesia. Namun, ada beberapa faktor yang akhirnya membuat ibukota layak digantikan. Beberapa di antaranya adalah Jawa mengalami krisis ketersediaan air, terutama di Jawa Timur dan DKI Jakarta. Bahkan 96 persen kualitas air di Jakarta tercemar berat. Selain itu, konversi lahan terbesar juga terjadi di pulau Jawa.

Faktor paling membebankan Jakarta adalah hiruk pikuk yang terjadi di dalamnya, yakni kemacetan. Di tahun 2017, akibat kemacetan dan tidak efisiensinya penggunaan bahan bakar, Jakarta mengalami kerugian mencapai 65 triliun. Bukan suatu hal yang tabu mengenai kemacetan Jakarta, sudah banyak juga netizen dari sosial media selalu mengeluhkan kemacetan yang semakin tinggi, sistem transportasi yang buruk, penurunan permukaan tanah dan yang paling terkenal adalah rawan banjir.

Pada April 2019, sejumlah rumah warga di Balekambang, Kramatjati, Jakarta Timur, rusak diterjang banjir. Dan masih banyak berita mengenai banjir Jakarta yang diliput dalam suatu artikel maupun televisi nasional. Dan semua beban itu, akan sangat mempengaruhi kinerja maupun aktivitas Jakarta sebagai ibu kota.

Untuk itu pula, demi meringankan beban salah satu kota besar yang sangat bersejarah itu, Presiden Joko Widodo menyetujui pemindahannya. Banyak rakyat yang selalu berharap besar untuk Ibu Kota Baru yang direncanakan. Harapan-harapan itu dirangkum dalam suatu pemikiran inovatif untuk Indonesia yang lebih maju. Di antaranya adalah, semoga ibu kota yang baru benar-benar strategis dan merupakan tempat keberagaman manusia yakni mengenai suku, adat, dan agama. Di ibu kota baru tersebut pula, dijunjung tinggi makna pancasila dan menjadi contoh yang sangat baik untuk kota lainnya.

Ibu kota merupakan suatu simbol, jadi diharapkan pula ibu kota yang baru, memiliki tempat wisata yang unik dan menggambarkan kekayaan dan kebudayaan alam Indonesia. Karena motivasi dan pengharapannya adalah guna untuk memajukan bangsa Indonesia pula. Selain itu, penduduk yang sangat meningkat di Pulau Jawa hendaknya tidak bernasib sama seperti di ibu kota baru yang populasi penduduknya masih bisa ditampung dengan perbandingan yang tidak terlalu besar.

Selain itu, kerusakan yang pernah terjadi di kota sebelumnya, hendaknya dapat diminimalisir sehingga ibu kota yang baru lebih tentram dan nyaman, seperti kemacetan dan rawan banjir. Dan yang paling terpenting adalah kesadaran masyarakat, akan sangat dihargai suatu negara dengan kualitas warganya. Jika warganya sama-sama menjaga dan membantu menyejahterakan Indonesia, lambat laun Indonesia akan menjadi negara maju.

“Hanya satu sampah,” adalah ungkapan berjuta manusia yang tinggal di Indonesia yang dapat menyebabkan lingkungan tercemar. Oleh karena itu, yang paling diharapkan dari negara itu sendiri adalah penduduk di dalamnya, dengan segala fasilitas yang terjaga dan kerusakan yang dihindari, ibu kota yang baru akan menjadi yang terbaik di Indonesia.

#IbuKotaBaru
#Bappenas

Continue reading →

MOTIVASI : Lika Liku Sebelum Kuliah

0 comments


Hello. Sebagai pengingat agar tak lupa hari, cuma mau mengingatkan kalau sekarang hari Senin. Dan sebagai topik malam ini, aku ingin bercerita tentang lika-liku sebelum kuliah.


Jadi, sebagai pembukaan, aku lahir pada Desember 1999, dan menjadikanku sangat tua di antara keluargaku. Ya, aku anak sulung dari empat bersaudara. Ibuku tidak bekerja, dan ayahku hanya wiraswasta biasa. Aku punya adik perempuan yang dua tahun tepat di bawahku dan selebihnya laki-laki. Ada bagian penting yang akan kuceritakan mengenai ini, tapi kita beralih ke kehidupanku dulu.

Aku memulai sekolah di TK Asyiah dan SD 081232. Pada saat itu, sekitar tahun 2005, SD 081232 menjadi SD favorit di Sibolga. Dan terlebih lagi, aku masuk di kelas B yang pada saat itu merupakan kelas dengan murid favorit pula (menurutku). Walaupun banyak juga SD yang favorit seperti SD Kota Baringin, SD 5, tapi yah menurutku yang paling dekat dengan rumahku ya di SD itu. Mungkin tidak sampai sepuluh menit jika menggunakan sepeda motor.

Aku merupakan salah satu murid favorit di kelas. Selain memiliki paras yang cantik (walaupun aku tidak pernah menyetujuinya), aku juga merupakan tiga teratas di kelas. Dari kelas 1 - 2 SD aku berada di peringkat tiga, dan dari kelas tiga sejak aku menjadi sekretaris tetap di kelas, aku bergeser ke peringkat dua. Dan hingga tamat, aku tidak pernah bisa menyaingin Rahmi, sang juara satu di kelas. Tapi aku selalu mengakui kepintarannya, terlebih lagi karena dia juga sangat baik padaku.

Oke, mungkin jika kuceritakan peliknya masa SDku takkan ada habisnya, apalagi pada saat insiden aku diejek karena ayahku preman. Padahal kan ayahku orang baik.

Beralih ke cerita berikutnya, aku mendapat nilai bagus pada saat UN dan saat itu ibuku ingin sekali aku masuk unggulan pemko, di SMP Negeri 2 Sibolga. Agar biaya sekolah dan baju juga ditanggung pemerintah. Sayangnya, aku tidak lulus. Padahal pada saat ujian aku berusaha sungguh-sungguh, aku tidak tahu salahku di psikotes, atau kesemaptaan, padahal nilai ujianku bagus. Dan pada saat pengumuman, aku berada di Warnet dalam keadaan hujan dan sedang main Point Blank.

Oke jadi biar aku ceritakan bagian ini, dulu ibuku mempunyai pekerjaan. Ibuku seorang juragan minyak dan aku selalu membantu ibuku, penghasilannya juga lumayan, bahkan warnet di samping kedai minyak itu selalu kukunjungi. Sayangnya, itu tidak berlangsung lama, karena tiba-tiba perusahaan minyak tidak dipakai lagi, orang-orang sudah menggunakan kompor gas, dan akhirnya kedai kami tutup. Aku benar-benar sedih karena aku juga tidak bisa mendapat jajan seperti sebanyak sebelumnya.

Jadi, sejak ke warnet aku kenal banyak sekali teman, terutama laki-laki. Mereka mengajari dan mendaftarkan akun point blankku. Aku benar-benar cepat belajar, dan pada saat itu juga musim WWE, dan aku benar-benar suka Smackdown. Aku dan adikku sama-sama memiliki jagoan, yaitu Micki James. Ya sudah lupakan itu, kembali ke masa SMP.

Setelah ibuku tahu aku tidak lulus, kami langsung mendaftar ke SMP Negeri 3 Sibolga. Beruntungnya, unggulan sekolah masih terbuka. Namanya International Class. Setelah melalui beberapa tahap yang sama, dari ujian hingga kesemaptaan, aku berhasil lulus. Alhamdulillah. Aku bersyukur akan itu. Di kelasku, orang-orangnya sangat pintar, dan sebagian anak orang kaya. Di jaman aku dulu, pembayaran uang sekolah berdasarkan penghasilan orang tua atau seikhlasnya, jadi yang tergolong menengah ke atas membayar sekolah seratus ribu ke atas.

Karena terpengaruh lingkungan, aku harus menghadapi kelas tujuhku yang buruk. Aku mendadak sangat bodoh, dan nakal. Tak jarang aku masuk BP karena mengganggu temanku dan berkelahi apalagi melawan guru. Benar-benar ‘tomboy’kata mereka. Aku tidak menepis hal itu, karena aku memang jarang berteman dengan perempuan, dan terbiasa dengan permainan laki-laki, dulu aku tidak menggunakan hijab, jadi rambutku selalu kukuncir dan karena itu pula aku tidak pernah merasa sok cantik.


Sampai akhirnya di kelas dua SMP, aku menyukai seorang laki-laki di kelasku. Dia benar-benar tipe idaman, mungkin sampai sekarang pun dia tidak akan mengetahuinya apalagi mempercayainya. Karena bagaimana pun, teman-teman sekelasku menganggap bahwa aku tidak suka pria, padahal banyak di antara mereka yang bisa saja kusukai. Dan laki-laki itu adalah yang terpintar di kelas. Aku tidak berhenti berusaha untuk memberikan dia cerita lucu untuk dia baca, dan akhirnya tertawa. Tawanya yang khas dan menular.

Oleh karena itu, aku intropeksi diri dan mulai berlaku normal serta belajar dengan giat. Sampai akhirnya aku sadar yang menyukai dia tidak aku saja. Dan lagi pun aku mendengar isu dia menyukai perempuan lain. Aku benar-benar terpukul, di satu sisi aku menemukan ada orang lain yang menyukaiku. Dia selalu memberiku motivasi agar tetap menjadi diri sendiri. Banyak yang tidak tahu karena aku pun selalu menyembunyikannya.

Lambat laun, dia yang jadi motivasiku membuatku berubah. Nilaiku naik drastis, orang-orang semakin menyemangatiku dan kagum. Aku berhasil bertahan setelah sebelumnya teman-temanku banyak yang dipindahkan. Masa SMP adalah masa terindah dalam hidupku. Sampai saat perpisahan, di saat mereka berpelukan, aku hanya mengambil foto-foto mereka. Mereka enggan memelukku, apalagi aku memakai hijab disuruh ibuku.

Mereka sangat mengagumi tulisanku. Mereka selalu memintaku untuk menyelesaikan ceritaku tentang pasangan yang ada di kelas. Aku benar-benar menyayangi mereka. Seperti bakatku tidak pernah sia-sia di mata mereka.

Di saat itulah titik terendahku dimulai. Ibuku dan aku jauh-jauh ke Pandan untuk mendaftar SMA Matauli yang sangat terkenal. Biaya pendaftarannya saja 350 ribu rupiah. Ibuku bahkan terobsesi jika aku bisa masuk kelas A padahal itu sangat mustahil. Sejak ujian, aku diberikan beribu dukungan. Apalagi setelah aku lulus ujian dan tinggal mengikuti tes kesehatan, psikotes, dan kesemaptaan.

Namun lagi dan lagi, aku gagal. Entah kenapa ketika aku sudah mempertaruhkan jiwa raga hanya untuk itu, aku malah gagal. Dulu aku punya teman spesial yang kukenal sewaktu les, dan dia sangat kecewa saat tahu aku tidak masuk Matauli. Dan kami hilang kontak.

Tapi aku tidak putus asa, aku dengan lapang dada menenangkan orang tuaku dan mendaftar ke SMA Negeri 1 Sibolga. Salah satu SMA favorit di SIbolga yang aku juga sangat menginginkan kelas unggulannya. Aku bersama teman sebangkuku sejak SMP, Nur, yang selalu bisa memotivasiku untuk menjadi lebih baik. Dan dengan kemampuanku dalam bahasa Inggris, aku dikenal guru tanpa harus ikut ujian. X MIA 3 merupakan momen terbaik dalam hidupku. Selain teman-teman yang asik, aku menjadi salah satu yang paling terlihat di antara sekelas.

Dan hasilnya benar-benar memuaskan, aku akhirnya bisa mendapat juara 2 dan Rizki juara 1 setelah sebelumnya Nur sudah pindah ke unggulan Pemko. Namun aku terpukul karena aku malah tersingkir ke IPA 4. Dalam hidup, aku tidak henti-hentinya bersyukur apalagi semenjak tahu ada pergantian orang menuju kelas unggulan. Unggulan yang kuidamkan, dengan baju yang berbeda dengan kelas reguler, adanya les tiap jam makan siang hingga sore, dan semuanya gratis.

Aku berhak mendapatkan kesempatan itu dan melalui ujian tulis. Aku dan beberapa temanku yang lain, akhirnya lulus setelah dua minggu aku berada di IPA 4. Allah benar-benar sudah merancang semuanya untukku. Tidak lulus di Matauli tapi akhirnya lulus di unggulan Pemko dengan cara yang lain.

Lalu aku melewati masa-masa sulit di kelasku yang baru. Ada beberapa hal yang tidak bisa kuceritakan karena aku dibully karena kesalahanku sendiri walaupun niatku hanya bercanda. Aku menyesal telah membuat sahabatku sendiri menangis karena ulahku. Aku benar-benar menyesal. Maaf yang tidak pernah aku sampaikan pada mereka. Apalagi pada saat itu, aku sempat menyukai orang yang membenciku. Ingin kubuang wajahku sejauh-jauhnya. Apalagi pada saat itu, orang yang kusuka dulu waktu SMP ada di kelas sebelah.

Dua tahun aku menjalani masa SMA yang sangat sulit. Aku kehilangan orang yang kusayang, kehilangan kepercayaan mereka, sampai aku mencari kehidupan baru dengan dua versi. Aku di organisasi yang disegani dan disukai, dan aku yang dibenci dan dibully di sekolah. Mereka tidak benar-benar paham siapa aku sebenarnya.

Walaupun dulu ada beberapa yang tetap bersamaku, dan selalu meminta film dariku, tapi tetap aku merasa aku ini dibenci oleh mereka semua. Masa SMA yang harusnya penuh bunga malah dihujami dengan petir. Benar-benar kelam. Aku ingin secepatnya tamat dari sekolah itu.

Di organisasi, aku dikagumi, banyak sekali yang menyatakan perasaannya padaku, yang selalu kujawab dengan ulasan bahwa aku tidak mau pacaran. Biarlah aku merasa dicintai hanya di organisasi saja. Ibuku tidak pernah tahu apa yang terjadi padaku di sekolah, baginya aku selalu baik-baik saja.

Hingga semuanya akhirnya berakhir. Aku terbebas dari kelas itu. Aku melupakan semua kenangan yang ada di dalamnya, aku bahkan tidak lagi merasa aku mencintai rivalku itu. Bagiku, sekarang mereka hanya kenangan. Dan sejak libur, aku banyak belajar. Aku bahkan termotivasi untuk masuk STAN. Pertama kali try out STAN, aku berada di peringkat 3 padahal aku sama sekali tidak ikut les.

Semenjak saat itu, aku lebih giat lagi belajar. Aku bahkan ikut les Adzkia yang saat itu bahkan dilarang ayahku. Aku tidak pernah ikut bimbel sejak SMP. Jadi aku berontak agar diberi izin. Dan akhirnya aku diberi izin hingga sampai les ke Medan. Banyak sekali tentor dan kenalan yang mendukungku. Mereka selalu yakin aku pasti bisa.

Dan sampai di titik aku akhirnya sujud syukur karena ternyata aku lulus ujian dari seratus ribu peserta. Padahal teman-temanku banyak yang tidak lulus, bahkan teman sekamarku juga. Tapi dia tidak marah, dia justru menyemangatiku hingga tes yang kedua. Tes kesehatan yang saat itu aku baru bangun tidur langsung dikirim screenshot kalau aku lulus. Aku sangat senang dan lagi-lagi bersyukur. Saat itu aku memang mengatur pola hidup sehat, selalu olahraga dan membersihkan karang gigi.

Hingga tes tahap terakhir, TKD. Semuanya serasa sudah aku kerjakan sungguh-sungguh, namun apa daya yang aku hapal tidak ada yang keluar satu pun. Otakku buntu, analytical reasoning membuat otakku tidak bisa berpikir. Begitu banyak soal panjang yang menghabiskan waktuku. Tidak seperti soal teman-temanku yang lain yang hanya sekedar hitungan. Aku benar-benar ingin menangis. Sedih sekali rasanya saat skorku hanya mampu mencapai 343 walaupun hitungan lulus.

Tepat setelah aku tahu aku tidak mungkin lulus, teman-temanku mendatangiku. Mereka bercerita bahwa skorku hanya kurang 1. Batas yang diterima adalah 344. Aku mendadak tidak nafsu makan mendengar pengumuman itu apalagi saat bulan puasa. Sebelumnya aku sudah mengikuti SBMPTN yang padahal belajar saja tidak, hanya berpangku pada pengetahuan tentang STANku. Namun aku lulus, di teknik elektro USU. Aku juga diterima di Pendidikan Bahasa Inggris UIN Medan. Tapi apa yang kucita-citakan lagi-lagi tidak terkabul sedari awal.

Mimpiku punah, setelah aku tahu aku juga gagal di tahun kedua. Setelah tragedi berdarah-darah yang aku lewati hingga mengorbankan mata kuliahku, aku memutuskan untuk mulai menjalani kuliahku. Ya, aku memutuskan untuk mengambil elektro USU apalagi sejak tahu kalau aku dapat beasiswa sampai S2. Selain bebas uang kuliah, aku juga diberi uang saku. Sedangkan orang yang kusuka dulu, di tahun kedua mendapat STIS dan aku sangat bangga padanya.

Namun aku tidak berhenti untuk berjuang, bahkan sekarang aku punya mimpi lebih tinggi setelah tamat dari jurusanku. Mungkin terdengar mustahil awalnya, sama seperti apa yang kualami dulu sewaktu sekolah. Bahwa dalam menggapai hal yang kita inginkan, tidak selalu dengan jalan lurus, mungkin ada jalan lain yang membawa kita untuk menggapainya. Lalu masih pantaskah kita bersedih? Sudahkah hari ini kita bersyukur?

Hal yang paling membuatku intropeksi diri adalah ketika aku melihat teman-temanku tidak kuliah, ada yang kuliah tapi tidak beasiswa, ada yang beasiswa tapi memutuskan untuk berhenti. Lantas, pantaskah kita berlarut dalam kesedihan? Ada juga yang menganggap semuanya baik-baik saja lantas mengorbankan IP dan mata kuliah? Aku punya banyak sekali suka duka semenjak kuliah. Aku menemukan jati diriku, dan teman-teman yang menerimaku apa adanya. Mereka yang selalu membantu dalam keadaan apa pun. Bahwa yang dikatakan orang-orang benar, proses kita gagal dalam pendidikan memang sakit, tapi proses setelah kita mendapatkan pendidikan itu lebih sakit. Dan membandingkan apa yang kita punya dengan orang lain hanya akan semakin membuat kita terpukul.

Mulailah dari diri sendiri, “bahwa hidup adalah pilihan, dan jangan biarkan orang lain mencemoohmu.” 


Quotes ini akan aku jabarkan di blog selanjutnya juga dengan suka duka teknik sebagai bahan pembelajaran. Aku menulis dari hati, dengan apa yang sebenarnya terjadi, dan jika kalian tidak menyukainya, aku minta maaf karena aku juga manusia, tapi jika kalian menghargai dan meluangkan waktu membaca sampai habis, aku sangat menghargai kalian juga, semoga esok, lusa dan setelahnya, usaha kalian dilancarkan dan dapat menerima apa yang dicita-citakan. Amin

Ttd.
SRH 
Continue reading →
Friday, 2 August 2019

BESTFRIEND [EP 2]

0 comments

Hari ini temanku benar-benar membuatku bingung. Apa yang terjadi dengan dirinya selama ini? Bahkan setelah kami tidak bercengkrama untuk beberapa bulan. Yang aku tahu, katanya dia masih mencintai laki-laki itu.

Namun dalam beberapa menit berlalu, temanku memblokir aku yang sama sekali tidak tahu menahu perihal masalah mereka. Dan saat aku bertanya, ia menjawab bahwa ia sedang kesal.

“Kamu kenapa?”
“Dia bikin aku nangis lagi.”

Aku sontak menghela napas, berkali-kali menenangkan pikiran tentang apa sebenarnya yang dirasakan oleh temanku itu. Namun setelah beberapa kali aku berpikir, aku harus mendengarkan dua sisi.

Aku meminta akar dari permasalahan mereka, termasuk ss chat antara temanku dan ‘dia’. Dia siapa? Dia yang jadi tersangka setelah kasus-kasus sebelumnya. Dia yang selalu membuat temanku serba salah perihal cinta padahal sebelumnya biasa saja. Dia yang tidak rupawan tapi bisa memikat perempuan. Dia, Ardana.

Dan ketika ss chat itu terkuak, aku menggeleng melihat tingkah temanku itu.

Arda : Gapapa kok kamu jelek, biar aku aja yang suka.
BF : Hah? Gapapa juga aku jelek, tetep gasuka kamu. Sadar diri ya.
Arda : Karna sadar diri makanya aku suka samamu aja.
BF : Loh? Kan aku gak suka, kenapa masih bertahan?
Arda : Ydh itu kan hak mu untuk mencintai atau g. Toh aku juga punya hakku sendiri kok untuk mencintai mu.
BF : Kalo aku gasuka dicintaimu gimana?
Arda : Emang ada ruginya? Dari dulu juga awalnya waktu aku suka sma mu. Aku g pernah merasa kalo kamu juga bakal suka juga sama ku. Toh itu udh cukup untukku
BF : Rugila aku buang2 waktu blas chatmu, ngangkat vc mu yang gapenting sama sekali buat aku.
Arda : Dari sekian banyak laki-laki yang ngechat kamu cuma aku yang dianggap rugi?
BF : Setidaknya mreka ga vc aku tiap hari. Dan banyak yg bikin rugi, kamu salah satunya.
Arda : Harusnya aku sadar diri memang, aku gak bisa pengertian, bikin kamu nyaman, aku nyusahin.
BF : Nah itu tau sadar diri.
Arda : Maaf jika aku buang-buang waktumu selama ini. Aku bener-bener minta maaf. Sekarang aku ga akan ganggu kamu lagi.
BF : Yauda bagus.
Arda : :))

Senyuman itu, senyuman itu yang membuat temanku merasa sakit. Ia tidak menyangka respon Arda akan sebegitu kalemnya. Ia benar-benar merasa bersalah karena mengajak Arda berdebat. Karena bagaimana pun, aku tahu betul bagaimana perjuangan Arda selama ini. Yang kukira Ardalah yang salah, ternyata temanku sendiri yang memulainya. Pantas selama ini yang selalu mengalah adalah Arda.

Tapi aku tetap berusaha membalikkan keadaan dengan menenangkan temanku melalui vn whatsapp. Terkadang aku bernyanyi dan menelponnya. Namun Arda mengganggu pikiranku, bagaimana mungkin Arda selalu tahan dengan ancaman atau perlakuan kasar semacam ini. Seperti dengan mudahnya ditinggalkan dan dicampakkan begitu saja.

“Aku benar-benar terpukul, dia sekarang benar-benar dingin.” Ingin saja aku memakinya melalui telpon itu, tapi aku tidak tega. Aku hanya bisa menenangkannya dan mengucap sabar serta selalu menaruh harapan bahwa Arda hanya mengerjainya.

“Dengarkan aku, tidak selamanya seorang laki-laki mana pun sabar saat diperlakukan seperti itu kapan pun, kamu tau itu sakit untukmu, tapi akan lebih sakit pula untuknya. Jadi kamu hanya perlu menerima apa yang kamu inginkan. Terima saja jika dia benar-benar mengabaikanmu dan tidak mengganggumu lagi.”

Tiba-tiba isak tangis itu berhenti. Aku tidak tahu apa ia mendengarnya atau tidak, yang pasti aku ingat bahwa jam sudah menunjukkan pukul 0:41 dan mungkin saja temanku benar-benar tidur. Padahal aku berharap dia mendengarkan kata-kataku barusan.

Setelah menutup telpon itu, tiba-tiba sebuah chat Whatsapp membuat mataku melek seketika. Selain karena isinya mengagetkan, penutup pesan itu sudah menjawab pengirimnya, yang tak lain dan tak bukan adalah Arda.

“Raini, aku minta maaf tentang Alina, tapi tolong sampaikan, ternyata mencintai dalam diam membuatku mulai tersiksa. Aku malah bertemu seseorang, dan dia menerima aku apa adanya. Raini, beritahu aku harus bertahan apa tidak.

Ini Arda.”

***
To Be Continue
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nb: Kepada pembaca yang punya inspirasi, jikalau ada saran silahkan dikomen ya. Terima Kasih 💌
Continue reading →

Labels

Cerpen (37) Wacana (18) Artikel (12) Puisi (8) Drabble (7) Sad Story (7) Review Blog (3) Ulasan (3) Essay (2) Lagi Viral (2) Resensi (2) Review Film (2) Review Series (2) Tips (2) Biografi (1) Quotes (1)