Sunday, 12 May 2019

PERLABUHAN TERAKHIR

3 comments

Ketika hatimu terlalu pengecut untuk mengutarakan dan kehidupan membawamu di titik tanpa harapan, dan berakhir penyesalan. (Perlabuhan Terakhir)



“Drrt.Drrt.Drrt.” Getaran handphone itu membuatnya menahan napas. Rumah bercorak hitam itu sekarang sepi dan hanya dibalut embun jikalau hujan.


Tanah liat yang berhamburan itu membuat hatinya semakin perih. Teringat dua tahun lalu saat Fandy masih bersamanya.


“Kau benar-benar bodoh,” ucap Fandy sambil mengusap kepalanya. Ia yang tidak tahu apa-apa pada akhirnya mahir membuat bahan dari tanah liat.

“Tetaplah begini, aku menyukai betapa bodohnya dirimu, kekasihku.” Fandy mengecup punggung tangannya sembari merangkul. 


Tetesan air bening itu jatuh juga dari pelupuk matanya, menatap nanar sekitar genangan tanah liat itu. 


“Suatu saat kau akan mengerti kenapa aku meninggalkanmu.” Terngiang ucapan Fandy terakhir kali saat pria itu benar-benar berlabuh ke negeri lain. Meninggalkan sejuta kenangan indah yang pernah ditanam bersama.


Dan sekarang handphone itu memaparkan nama yang selalu ada di pikirannya, Fandy Wardana, tapi keinginan untuk mengangkatnya hilang sudah ketika mengingat betapa kejamnya pria itu pergi tanpa alasan yang pasti.


If you want me to stay, I’ll stay,” ucap Fandy sembari mengecup keningnya dan memeluknya erat sebelum ia benar-benar pergi waktu itu. 


Tapi, ia tidak mencegahnya, ia benar-benar melepaskan kepergian itu tanpa pernah bertanya saat mereka berdua di bandara. 


“Jaga gucci itu baik-baik ya, aku sudah mengukir nama kita di tengahnya.” Seperti dibanting tertancap benda runcing, hatinya benar-benar kacau, firasatnya berkata bahwa Fandy tidak akan kembali, seperti ukiran di pohon sepasang kekasih yang akhirnya berpisah.


Rahma dan Fandy


Ingin dibantingnya gucci itu sambil berteriak keras, tapi ia lebih memilih menyembunyikannya menuruti logika.


Undangan pernikahan itu mematahkan tulisan Fandy Lisa yang selama ini berada di gucci.

Karena perlabuhan terakhir pria itu ternyata Rahma, dan dirinya hanya persinggahan sementara.
Continue reading →

TIME MACHINE OF YURA

0 comments

“Serang!” Para pemuda Semarang pun mengikuti langkah yang sama dengan melakukan pelucutan senjata tentara Jepang yang dipimpin Mayor Kido yang kala itu bermarkas di Jatingaleh.

“For every action, there must be an equal reaction.”  Bahkan Sir Isaac Newton melanggar perkataannya. Bahwa selalu ada cara untuk membalikkan waktu, memundurkan, bahkan mengubahnya.

Bahwa kekejaman yang terlahir di masa itu, membuatnya harus meregang nyawa. Bahkan kala itu, ia tidak bisa menyelamatkan orang yang sangat ia sayangi.
Mengikuti jejak para pemuda rumah sakit yang mendapat intruksi guna mencegat semua kendaraan Tentara Jepang yang melewati area Rumah Sakit Purusara, ia menemukan wanita itu. 

“Kau harus serahkan putramu,” hardik Tentara Jepang suruhan Mayor Kido itu.
Semua orang tahu peristiwanya, semua orang tahu latar belakangnya, tapi tidak ada yang tahu rasa sakit dibaliknya. 

Karena tepat saat itu, pistol ditembakkan ke kepala ibunya. Menyisakan dirinya yang bersembunyi di dalam gubuk tua itu. Dirinya yang penakut hingga ayahnya pun harus digorok lehernya tepat saat ia ditawan Jepang.

Tapi bukan itu yang ingin diubahnya, perempuan bertopi itulah yang dicarinya. Saat Jenderal Nakamura selaku bawahan Mayor Kido ditangkap oleh TKR (Tentara Keamanan Rakyat) di Magelang, tentara Jepang melepaskannya.

Pemuda Semarang juga berhasil menyita (mobil) Sedan milik Kompetai dan melucuti senjata dan menjebloskan mereka ke penjara. Pada waktu yang sama tersiar kabar tentara jepang telah menebar racun di "Reservoir Siranda" (sumber air di Semarang) hingga menimbulkan kekacauan terus menerus selama lima hari berturut-turut. 

“Kau harus menemukanku, sekalipun masa itu tidak bisa kau ubah, kau harus tahu aku dimana.”  

Ketika pertempuran [5 Hari di Semarang] pemuda Republik Indonesia saat itu berakhir dengan banyak korban, ia menuju pepohonan kala senja dan menatap dirinya bersama Yura. 

Sesaat dirinya pergi, Yura ternyata menghilang. Menyisakan sebuah mesin yang sekarang dipakainya. 

“Aku tidak pernah berkata itu mustahil, karena aku pernah melakukannya.”  Ingatan tentang Yura menjadi misteri tersendiri baginya.





Continue reading →

TENTANG FACEBOOK

0 comments
{TENTANG FACEBOOK}
Akan sangat dihargai bila dibaca dulu, baru boleh komen atau share


[8.01]
Medan, 12 Mei 2019


Jikalau ada yang kenal saya, dan sudah berteman dengan akun ini, "you guys so lucky." Karena sudah punya pengetahuan tentang social media di tahun 2011.

Dulu jika ada yang bilang siapa orang paling
update masalah sosial media, sebut saja aku.
Apalagi facebook merupakan sosial media terbaik di zamannya.
Aku juga ingat, semua teman-temanku dan adikku, aku yang mendaftarkannya.
Mereka bahkan buta masalah teknologi sosial media.


Hey aku ingin mengajak kalian mengingat sebentar, bolehkah?
Apa kalian ingat penyebutan status di 'facebook' hanya dengan kata "ol"?
Aku pernah ditertawakan karena tidak mengerti apa itu ol.
"Aih, masa anak facebook gak tau ol," kata teman laki-lakiku saat itu.
Mereka bahkan gencar memainkan facebook hingga larut malam padahal masih SD. "Ol itu online, loh," kata mereka.


Akhirnya aku paham betul kata-kata yang keren di facebook, atau bahkan jika ada yang bertanya, "Ol di mana?" dan aku hanya bisa menjawab, "di warnet," dan bahkan emot-emot yang dikirim masih dalam bentuk ketikan,
seperti , , , (;D, , ;(, ;/) dll, remember? Pastinya.


Aku juga ingin mengajak kalian kembali ke masa 0.facebook.com.
Situs gratis facebook oleh telkomsel yang bisa digunakan di hp apa pun.
Bahkan saat itu aku masih pakai hp Allstar, walaupun sudah terbaik di zamannya.
Aku juga ingat sering menggunakan 0.facebook hanya untuk menanyakan pr, atau sekedar membaca 'meme comic indonesia' dan cerita-cerita horror, fanfic, dsb.


Gaes, ayo sekali lagi kita mengingat, betapa sosial media terbatas, hanya bagi orang-orang yang gencar teknologi, misalkan, temana-temanku berjumlah 10, tapi yang mengerti masalah ini hanya 1.
Artinya 1:10 orang yang benar-benar update sosial media, selebihnya diajak orang lain. Saat itu aku masih main di warnet, dan main game di facebook, no hate, aku dulu juga sempat memainkan poker dan game frenzy lainnya. Walaupun saat itu aku juga sempat main Point Blank, GTA, Counter Strike, dan "Friv". (Ini real, kalian bisa cek screenshot game di facebook aku satunya lagi."

But that's not the point, aku hanya ingin mengajak kalian ke momen itu sebentar saja, sebelum kalian sadar sudah banyak dari kita yang meninggalkan facebook dan beralih ke instagram, Whatsapp, got it? Please jangan pernah menyesal menjadi alay, karena seenggaknya alay di jaman dulu tidak seagresif sekarang. Sebut saja ada banyak aplikasi-aplikasi alay yang membuat videosambil bergoyang (no hate). But yeah, alay kami dulu hanya sekedar buat status 'galau', sebelum ada kata 'baper'. Pakai emot, pakai angka dalam kata-kata, "d4ri m4n4? kamoe makan apa cyank q?" wkwkw sumpah ngakak ngetiknya.

Atau bahkan kalian rela ganti nama kan supaya banyak yg add? pake foto satu jari tarok di bibir.
Bikin-bikin sign alay di kertas trus di tag nama temen. Ato keseringan konfir orang karena kemaruk, yang akhirnya temen-temen real kita gak bisa dikonfir lagi. Fewh.

Apalagi saat Ramadhan, alaynya luar biasa.

Pulang sholat masih pake mukena naik ke paling atas masjid trus foto-foto sambil mengibarkan mukena layaknya bidadari. Apalagi pas tadarus masih aktif sampai malam karena sekolah libur. wkwkw Gaes, remember that. 


Aku cuma ingin mengajak kalian sebentar kembali ke masa itu, bahwa jangan pernah menyesal ada di zaman itu, justru jadikan pembelajaran agar tidak menyesal berada di zaman sekarang atau zaman berikutnya lagi, bahwa semuanya sudah dapat diakses, bahwa jika ada 10 temanmu, maka kesepuluhnya paham teknologi. Paham instagram, cara mendaftarnya, cara update status whatsapp, status instagram, video dsb. Hanya bapak dan ibu2 yang kelahiran 70an yang tidak paham, tapi itu pun ada juga yang paham.

Dulu saat aku menjadi yg lebih paham perihal ini, aku masukkan semua foto dan video2 yang ada di hpku ke facebook, gunanya apa? Ya agar jika foto di hpku terhapus, masih ada disimpan di facebook, dan orang bahkan tidak akan peduli kamu ngupdate apa. Dan sekarang, pikiranku di masa itu benar-benar nyata, memori di hpku banyak kehapus tapi di facebook semua fotonya masih tersimpan rapi dan jernih. Tapi bedanya, semakin dewasa, teman kita semakin banyak, dan semakin banyak pula yang peduli dengan updatean kita, oleh karena itu 'terima kasih facebook' untuk buat fitur sembunyikan. 

Hanya kita yang bisa tertawa dengan kelucuan kita dulu, alaynya kita dulu, untuk kalian yang belum tau, nama facebookku satunya dulu, 'ci cagitarius cyank cmua'. But it's okay, itu dulu. Dan buat kalian jangan pernah merasa diri kalian buruk dulunya, atau alay itu sebuah penyakit,
semua orang pernah alay, tapi yang membedakan adalah kadar kealayannya. Alay kita dulu tidak berdampak negatif dan sekedar lucu-lucuan, tapi zaman sekarang, alay kebanyakan menebar aurat (pray for).


Ini adalah ucapan terima kasih sekaligus 'flashback' buat teman-teman seperjuangan yang duluaktif bersama facebook, apalagi yg sudah add ini sejak lama, i'm so sorry i can't be active as usual.Tidak bisa dipungkiri, instagram dan whatsapp sudah lebih sering diakses dibanding facebook (mungkin hanya untuk aku) wkwk.

Jadi jika kalian lihat facebookku jarang update, artinya sosial media lain yang aku gunakan.
Jika ada albumku yang terpublish itu pun karena mungkin ada waktu luang. Anyway, status ini juga sekaligus menyambut hampir 5000 add friends lagi, artinya bakal bikin facebook baru lagi wkwk. If you want to unfriend me, karena jarang aktif silahkan. Tapi sekali lagi, bukan berarti aku tidak
menggunakannya sama sekali. ~Thank You Facebook


Sincerely, SRH
Continue reading →

Labels

Cerpen (37) Wacana (18) Artikel (12) Puisi (8) Drabble (7) Sad Story (7) Review Blog (3) Ulasan (3) Essay (2) Lagi Viral (2) Resensi (2) Review Film (2) Review Series (2) Tips (2) Biografi (1) Quotes (1)