Friday, 13 December 2019

Ulasan Cernak : Lili Putih untuk Ibu

1 comments

Orientasi


Cerita ini berawal saat kedua bersaudara, bernama Fajar dan Putri, mengetahui bahwa tokoh Ibu sangat menyukai bunga lili putih. Hal ini dapat disimpulkan saat ayah mereka memberikan serumpun bunga lili putih di suatu malam. Simbol bunga lili tersebut pun seolah menggambarkan betapa sederhana dan cantiknya Ibu. 

Tafsiran


Hal inilah yang membuat mereka berpacu untuk memberikan hadiah di saat ulang tahun Ibu. Fajar dan Putri memiliki keinginan yang sama, dan permasalahan yang sama, yakni tidak punya uang untuk membeli lili putih. Mereka pun akhirnya berembuk, hingga memutuskan untuk memetik bunga lili putih yang ada di Taman.

Sayangnya, semuanya berantakan saat si pemilik taman mengetahui perilaku mereka. Bahkan Fajar dan Putri terlalu terburu-buru menyeberangi jalan raya sehingga hampir saja ditabrak. Ketika ini terjadi, sosok Ibu sangat baik dan pengertian sehingga kedua anaknya, mengakui kesalahan mereka.



Cerita anak ini ditulis oleh Benny Rhamdani, diterbitkan di Bobo.id pada 15 September 2019, dan merupakan salah satu cerpen yang sangat mudah dipahami namun memiliki makna yang amat sangat dalam. Sebagaim pembaca, terkadang ada rasa jenuh saat membaca cerpen yang panjang, namun tidak dengan cernak satu ini, karena setiap paragraf mengandung peristiwa penting. 


Alur yang digunakan dalam cerita ini adalah alur maju, dengan latar tempat yang cukup jelas, yakni di Taman, Rumah Besar, Rumah, dan lainnya. Selain itu, tokoh-tokoh dalam cerita ini juga tidak banyak, hanya ada Ayah, Ibu, Fajar, Putri, dan Pak Broto, serta pemilik Taman yang tidak diketahui namanya. Cernak ini dikatakan alur maju persis saat kejadian Fajar dan Putri hampir ditabrak, adalah hari yang sama saat mereka membeli lili putih, dan tidak ada kejadian mengulik kembali (flashback).

Evaluasi

Majas yang terkandung tidak banyak, dan memang wajar karena cernak dibuat agar dibaca para anak, dan cocok sekali untuk dibaca. Tapi ada perumpamaan yang paling saya suka dan artinya sangat mendalam yakni, "Nyawa kalian lebih berharga dari bunga lili di mana pun." Sepenting dan sepengertian itulah gambaran Ibu pada cernak tersebut dan bagaimana itu diaplikasikan oleh seluruh Ibu di dunia. Cernak ini sebenarnya jika ditelusuri maknanya, sangat dalam sekali, dimulai dari tokoh ayah yang romantis, Ibu yang tidak takut saat anaknya salah, keberanian dua bersaudara yang ingin membahagiakan Ibunya di hari ulang tahun.

Walaupun terkesan tidak jadi surprise atau pun sebenarnya jalan cerita ini sangat mudah ditebak, tapi tokoh Pak Broto patut diapresiasi karena tidak bersikap acuh tak acuh. Justru mendatangi kediaman Fajar dan Putri yang berwatak keras kepala dan nakal, walaupun penyayang. Selain itu, pesan moral yang diberikan Ibu sangat bermanfaat, agar selalu berhati-hati dan jangan pernah mencuri. Bagaimana pun ingin membahagiakan seseorang, ketika kita melakukannya dengan cara yang tida baik, maka seseorang itu tidak akan bahagia. 


Rangkuman

Jadi, cerpen ini wajib sekali dibaca anak-anak, selain karena ringkas, bahasanya sangat mudah dipahami, wajar sekali jika lolos moderasi bobo.id, mengingat dulu pun sejak kita kecil sering disuguhi Majalah Bobo. Saya bahkan bercita-cita menjadi penulis dimulai dari bacaan sederhana dari Bobo. Karena bacaan sepenting itu memang ditanamkan sejak dini, apalagi yang punya pesan moral seperti cernak ini. 

***
Ulasan inis sepenuhnya ditulis oleh Sulis Rahmadani Hutagalung. 
Medan, 13 Desember 2019
#UlasanCernak
#TantanganKelasFiksi
#ODOPBatch7
Continue reading →
Wednesday, 11 December 2019

Ulasan Cerpen : Demi Bangsa

0 comments

Orientasi 

Cerita ini berawal di era penjajahan, hingga kemerdekaan, atas nama Sumanto. Seorang pejuang yang menjadi saksi pertempuran 10 November. Dengan rasa nasionalisme akan kemerdekaan, motivasi oleh Bung Tomo, dan begitu besarnya keinginan untuk memerdekakan Indonesia, cerpen ini dapat membuat merinding. Menjadikan Sumanto, adalah pahlawan yang gugur di medan perang.

Tafsiran

Cerpen yang mengulik kilas balik pertempuran sejak Agustus hingga November ini ditulis oleh Ererigado yang lolos moderasi pada 17 Maret untuk tema perjuangan, sejarah dan nasionalisme di blog besar cerpenmu. Dengan penggambaran tokoh-tokoh yang sederhana, dan masuknya unsur sejarah kental dengan adanya nama Soekarno dan Bung Tomo, cukup membuat jiwa raga bergetar. Mengingat banyaknya kenangan yang terjadi di tanah Indonesia. 
Cukup membuat jiwa berdetak, saat kata per kata yang dirasakan oleh Sumanto sejak ia memegang bambu runcing, dengan ditemani Sutisno, untuk tetap mempertahankan Indonesia. Dengan hati yang berawal gemilang di bulan Agustus 1945, dan dengan gagahnya penggambaran Soekarno, tokoh seolah-olah merasakan kebahagiaan itu pula.
Namun, semuanya runtuh akibat penghianatan Belanda. Sehingga perlawanan masih tetap terjadi, Hal menarik yang ada di cerpen ini adalah, bahwa Sumanto dan tokoh lainnya tidak spesifik digambarkan, namun seolah ada hal yang bisa membuat kita menjiwai karakter Sumanto dan penempatan karater serta latar tempat yang sangat jelas. 


Evaluasi

Seperti cerpen fiksi sejarah lainnya, cerpen ini memiliki alur mundur dengan plot twist yang waw. Sangat millenial sekali untuk dibaca karena tidak ada kata-kata asing yang digunakan. Sosok semua tokoh seperti Sutisno memang tida sempurna dideklarasikan, tapi sosok Sumanto cukup membuat kita merasa kitalah yang berada di posisinya. 
Majas yang digunakan sangat mudah dicerna walaupun penulis patut diapresiasi karena peristiwa saat Sumanto tertembak begitu perih dirasakan, sangat menyesakkan dada, begitu digambarkan senjata-senjata yang digunakan pada kejadian 10 November. 


Rangkuman

Cerpen yang tidak terlalu panjang, tapi sangat memiliki nilai nasionalisme, motivasi yang cerdas, dan bagaimana harusnya kita, bagian bangsa Indonesia dapat merasakan perjuangan itu, dan menghargai pahlawan-pahlawan yang telah gugur di medan perang. Menjadikan cerpen ini sangat direkomendasikan untuk dibaca. 
***
Cerita pendek dapat dibaca pada link : http://cerpenmu.com/cerpen-perjuangan/demi-bangsa.html atau klik tautan Demi Bangsa

Ulasan ini sepenuhnya ditulis oleh Sulis Rahmadani Hutagalung
Medan, 11 Desember 2019 (on my birthday)
#UlasanHistoricalFiction
#TantanganKelasFiksi
#ODOPBatch7


Continue reading →
Saturday, 23 November 2019

CERITA MALAM

0 comments
Aku pernah berada di titik terendah dalam setiap denyut nadi.

Menjelma seolah hal itu adalah yang paling utama dari setiap peristiwa.

Berdalih bahwa apa yang kulakukan adalah benar padahal nyatanya banyak yang berantakan.

Aku perlu beberapa titik di mana keindahan itu tak lagi nampak, bukan karna aku benci, tapi karna aku sadar aku tak bisa dikhianati lagi.

Begini, aku ingin bercerita perihal patah hati terburuk yang pernah aku temui. Laptop aku terendam banjir, ijazah aku juga begitu. Dan masih banyak hak lain yang membuat aku pusing karna semuanya nampak tidak baik-baik saja. 

Lalu aku mengalami suatu penipuan, di mana uang ku 300ribu lenyap akibat ditipu gara-gara tergiur dengan pembelian diamond mobile legend. Belum lagi dengan penipuan akhir-akhir ini, yakni rekeningku dibobol dengan total uang hilang 999ribu menyisakan 100 ribu di rekeningku.

Aku langsung memblokir nomor kartu di atm dan menggantinya. Guess what? Ternyata banyak bangettt orang baik. Tepat malam aku curhat akan kesedihanku, dan salah satu temanku bilang, dia ingin membantuku.

Teman yang kukenal dari twitter dan membantuku dengan cuma-cuma mengganti uang itu senilai 1 juga. Aku tertegun, rasanya haru. Bahkan aku sempat meminta uang pada adikku untuk aku makan. Tak lupa, aku juga punya utang pada orang lain.

Dan aku tidak tahu apa inti dari tulisan ini, aku hanya berbagi akan kesedihanku. Di malam yang dingin, di Sibolangit, aku mengingat kenangan bagaimana aku diperlakukan semena-mena. Dibentak, dimarahi, dipermalukan. Tapi itu 2 tahun yang lalu, untungnya sekarang sudah jadi senior dan giliran kami yang begitu ke mereka. Tapi tetap saja, aku tidak tega.

Dan, ini berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Semoga kami pulang dengan selamat:)
Continue reading →
Wednesday, 20 November 2019

QR Standar, Pembayaran Paling Relatable Untuk Millenial!

0 comments

QR Standar, Pembayaran Paling Relatable Untuk Millenial!


AWAL MULA QR IS DIPERTIMBANGKAN!

 Perkembangan pembayaran Bank Indonesia tidak langsung menuju transfer dan pada akhirnya mengeluarkan QR IS, tapi dulunya menggunakan jaringan prinsipal kartu debet (Nasional), Internal Debit Bank(Propietary Debit), Uang Elektronik, Kegiatan Usaha Pengiriman Non Bank, hingga uang dapat ditransferkan. 
InfoGrafis dari Perkembangan Pembayaran Bank Indonesia 5 Terakhir yang Digunakan 



Seberapa peduli pemerintah khususnya Bank Indonesia dalam mempermudah segala urusan warga negara? Terkadang beberapa pertanyaan sering kali terlintas seolah tidak ada keuntungan sedikit pun yang didapatkan, padahal banyak sekali hal yang telah terjadi di masa lampau hingga menuju era digital ala millenial. Era di mana semuanya mulai serba digital, tida serumit dulu dan penggunanya rata-rata millenial yakni kelompok demografi setelah Generasi X. Tidak ada batas waktu yang pasti untuk awal dan akhir dari kelompok ini. Para ahli dan peneliti biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran kelompok ini dan pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran.

Dilansir dari kompas.com, tepat untuk merayakan Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia, Bank Indonesia (BI) merilis standar untuk penggunaan QR Code di Indonesia atau QR Code Standard (QRIS). Hal ini dibuat berdasarkan pernyataan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo adalah untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sebelumnya, semua orang pastinya sudah pernah mendengar apa itu Ovo, Dana, Gopay dan lain-lain, bahkan aplikasi ini sudah didownload hingga 10 juta orang dengan rating 4,2 dan yakin bahwa aplikasi semacam dompet digital ini bisa bertahan di era millenial, adalah karena hampir semua belanja online pun terkait dengan dompet digital ini. Sebut saja tokopedia yang pembayarannya melalui ovo, Lazada yang pembayarannya melalui Dana, serta aplikasi berbasis antar jemput, pesan makanan yang tak lain adalah Gojek.

Bahkan menurut riset dari cnbcindonesia.com, GoPay merupakan aplikasi e-wallet dengan pengguna aktif terbanyak di Indonesia. Menurut informasi Medium 30% transaksi uang elektronik di Indonesia berasal dari Gopay. Pada Februari 2019, transaksi Gopay sudah menyentuh US$6,3 miliar dengan 70% transaksi didapat dari transaksi pembayaran Gojek.

Hingga sampai saat ini, pengguna sosmed baik di Instagram dan Twitter, kerap membagikan semua keluh kesah bersama dengan Gojek dan Grab untuk meningkatkan kestabilan biaya yang dikeluarkan oleh kedua aplikasi berbasis antar jemput itu. Dan sepenting itulah dompet digital di kehidupan masyarakat saat ini. 

Hashtag Twitter 
Karena percaya atau tidak, sebagai influencer yang berperan penting dalam dunia twitter, sering kali hashtag tersebut dinaikkan agar aplikasi tersebut tetap memberikan kemudahan dengan promo dan voucher yang diberikan oleh aplikasi yang bersangkutan. Dan hal ini cukup menunjukkan seberapa pentingnya sebuah aplikasi di era digital ala millenial. Apalagi yang menggunakan pembayaran menggunakan dompet digital dan QR Code.

BAGAIMANA CARA MENGGUNAKANNYA?

Bank Indonesia tidak main-main dalam mengeluarkan QR IS, karena justru ini akan sangat berpengaruh besar, bahkan untuk anak-anak millenial yang sering kali berbelanja sesuatu menggunakan voucher dari dompet digital masing-masing. 

Cara menggunakannya hanya di download dari playstore, dan kemudian mendaftarkan setiap akun, untuk sebaiknya memasukkan data berupa ktp agar lebih mudah transaksi. Jika melakukan pembayaran, biasanya kita harus menyebutkan nomor atau langsung scan barcode. Beda aplikasi, maka beda pula yang akan discan.

QR Code di berbagai aplikasi dompet digital


APA HUBUNGANNYA DENGAN QR IS?


"Mohon maaf mba, tolong discan dulu untuk penggunaan voucher DANAnya." Begitulah kira-kira awal mula para karyawan untuk melayani setiap orang yang ingin menggunakan voucher tersebut.
Yap, dalam melakukan pembayaran, QR atau QR Code (Quick Response Code) adalah barcode dua dimensi yang dapat menyimpan data. QR Code dikembangkan oleh Denso Corporation, Jepang dan dapat digunakan secara gratis, bahkan untuk keperluan komersial. Apa pun aktivitas pembayaran melalui dompet digital akan lebih efektif jika menggunakan QR Barcode.

QR Barcode inilah yang kemudian dikembangkan oleh QRIS. Bahwa QRIS disusun oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dengan menggunakan standar internasional EMV Co. Melalui keterangan resminya, Bank Indonesia menyatakan akan fokus terlebih dahulu untuk menerapkan standarisasi ini pada QR Code untuk pembayaran, seperti misalnya pembayaran lewat Go-Pay atau Ovo yang kini sudah banyak digunakan. Bayangkan semua dompet digital hanya mempunya satu saja QRIS, pastinya akan lebih mudah jika ingin menonton film, membeli makanan, menggunakan voucher, dan lainnya.

Era digital millennial, bukan lagi era di mana orang-orang berlomba-lomba untuk menjual pulsa, bahkan saya sendiri kerap lebih sering memiliki pelanggan yang mengisi Ovo, Dana, Gopay dll daripada pulsa, karena pulsa pun bias diisi sendiri melalui dompet digital tersebut. Ketika nantinya standarisasi QR Code ini sudah diimplementasikan, para penjual yang menyediakan layanan pembayaran lewat QR Code, hanya cukup memiliki model QR Code saja. Itu pun nantinya akan bisa digunakan oleh lebih dari satu operator pembayaran. Saat ini ada sekitar 12 perusahaan yang telah mendapatkan izin Bank Indonesia untuk menerapkan sistem pembayaran berbasis QR Code.

Bank Indonesia mengatakan akan menerbitkan aturan penggunaan QR Code untuk metode pembayaran. Aturan yang dimaksud terkait dengan standarisasi yang bakal menciptakan inter-operabilitas dalam penggunaannya. Standarisasi QR Code ini sebelumnya telah diuji coba pada tahap pertama di bulan September hingga November 2018. Kemudian uji coba tahap kedua dilanjutkan pada bulan April hingga Mei 2019 lalu sebelum akhirnya resmi diluncurkan. 

KELEBIHAN PEMBAYARAN QR IS oleh BANK INDONESIA  :

Khususnya di Era Digital Ala Millenial

  1. QR Code memiliki ketahanan terhadap kecacatan, di mana sekalipun QR Code tercetak mengalami kerusakan fisik atau cacat sampai 30% masih tetap bisa dibaca
    dengan baik karena adanya fitur error correction.
  2. QR Code untuk Standar Indonesia atau QR IS memudahkan setiap penggunaan dompet digital untuk disatukan dalam satu kode QR tanpa harus membuka ulang dompet digital yang dituju.
  3. QR Code memiliki  empat aspek yang diatur dalam standarisasi yang diterbitkan oleh Bank Indonesia yakni Interoperabilitas, Interkonektivitas, Security, dan inklusi.
  • Interoperabilitas : Kapabilitas dari suatu QR IS -- yang antar mukanya diungkapkan sepenuhnya -- untuk berinteraksi dan berfungsi dengan produk atau sistem lain, kini atau di masa mendatang, tanpa batasan akses atau implementasi.
  • Interkonektivitas : Keterhubungan antar-jaringan telekomunikasi dari penyelenggara jaringan telekomunikasi yang berbeda. Interkoneksi antar-operator telekomunikasi wajib dilaksanakan di Indonesia untuk memberikan jaminan kepada pengguna agar dapat mengakses jasa telekomunikasi. Contohnya yakni pembayarannya hanya menggunakan satu barcode untuk semua aplikasi.
  • Security : Keamanan yang lebih terpercaya karena tidak perlu mengunduh banyak aplikasi, serta merta juga tidak menguntungkan pihak penyelenggaraan yang lebih besar.
  • Incklusi : Sebuah pendekatan untuk membangun dan mengembangkan sebuah lingkungan yang semakin terbuka, artinya dalam QR IS, akan terbuka lebar semua penyelenggara kecil maupun besar untuk berkompetisi.

APA SIH TUJUAN BANK INDONESIA?

Bank Indonesia (BI) adalah Bank sentral Republik Indonesia sesuai Pasal 23D Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD) dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 Tentang Bank Indonesia De Javasche Bank (DJB) adalah nama lain Sebelum dinasionalisasi sesuai Undang-Undang Pokok Bank Indonesia pada 1 Juli 1953, dirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Bank sentral, BI sudah diketahui mempunyai tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tapi, di era digital oleh masyarakat millenial, tidak hanya melulu soal uang tunai, dan aplikasi dompet digital itu sudah booming atau tersebar di seluruh Indonesia. 

Sehingga tujuan Bank Indonesia meluncurkan QR IS sangat diapresiasi sekali, karena hal tersebut semata-mata untuk melindungi konsumen serta memberikan kompetisi yang lebih sehat untuk para-para merchant.  Karena maraknya pasar bisnis QR Code yang dikuasai oleh penyelenggara-penyelenggara besar tanpa memberikan ruang untuk penyelenggara kecil, persis seperti aspek yang dijelaskan di atas. Bahkan hampir semua media online, setuju dengan peluncuran QR IS dan saya sendiri sebagai masyarakat di era digital ala millenial sangat merasa diuntungkan dan diberi kenyamanan dengan QR IS.


Semua hal yang berada di era digital memang sudah bisa diakses kapan pun dan di manapun, bahkan semua orang sudah paham dengan keberadaan QR Code. Persis bagaimana millenial menggunakan segala jenis transaksi dengan aplikasi ini. Dari mulai anak SMP, SMA, hingga yang sudah kuliah kerap menggunakan transaksi menggunakan QR Code apalagi jika berada di suatu merchant dengan adanya voucher dari dompet digital, dan juga melaukan pembayaran untuk menonton film dengan cashback yang lebih besar lagi. Dan dua-duanya, harus menggunakan QR Code langsung untuk pembayarannya. Bagi anak-anak millenial, cashback adalah salah satu keuntungan dari kegunaan pembayaran menggunakan dompet digital. Bahkan para orangtua yang tida buta teknologi pun paham hal ini apalagi dalam kasus belanja online. 

Sebagai yang termasuk dalam millenial, saya juga tidak sabar untuk dapat menggunakan QRIS kapan pun tanpa harus mengunduh banyak-banyak aplikasi dan membuka ulang untuk menscan QR Codenya. Sangat diapresiasi terhadap Bank Indonesia yang akhirnya merilis di tahun 2019 ini untuk nantinya dapat digunakan dengan sangat baik oleh Millenial, dan bermanfaat besar untuk peluang penyelenggara-penyelenggara kecil agar dapat terjadi keseimbangan di Indonesia, persis seperti tujuannya yakni menjaga kestabilitasan mata uang. 


Foto bersama QR Code di salah satu merchant 
Dalam hal ini, saya juga mengapresiasi Bank Indonesia untuk kebijakannya dalam membuat  FesKaBI yakni kegiatan edukasi bagi para mahasiswa generasi milenial. Beberapa rangkaian kegiatannya terdiri dari talk show motivasi dari para pengusaha, sosialisasi fungsi, dan kebijakan yang ada pada Bank Indonesia. Agendanya sangat terencana dan langsung bekerja sama dengan PT. Media Televisi Indonesia. FesKaBI 2019 sekaligus menjadi acuan atau upaya BI untuk mengenalkan masyarakat dengan Quick Response (QR) Code Indonesia Standard (QRIS). Akan ada juga praktik langsung dengan QRIS oleh salah satu UMKM di kota terpilih untuk FesKaBi. Walaupun begitu, saya masih berharap bisa dilakukan di Medan, khususnya Universitas Sumatera Utara. Semoga apa yang sudah direncanakan sedari awal, dan dengan tujuan yang mulia dapat terlaksana dengan baik pula. Bersama, QR IS (QR Standar), cukup membuktikan bahwa pembayaran menggunakan QR Standar sangat relatable ( cocok untuk para Millenial di era digital. 


#QRStandarPembayaranAlaDigitalMillenial

Sumber Referensi:


Continue reading →
Sunday, 17 November 2019

Sebuah Ulasan, Kebahagiaan, tidak bisa dibeli!

0 comments


Cerita pendek ini merupakan karya Achmad Ikhtiar, seorang penulis berbakat Komunitas One Day One Post.  Sebenarnya masih banyak penulis yang handal, namun kali ini aku aka Ah, ya, sekali lagi aku akan mereview dengan kemampuanku yang tidak seberapa ini. 


Kesan pertama yang dapat kuberikan tentang penyampaian oleh penulis kepadaku ialah banyaknya perulangan kata yang disebut tentang mimpi dalam cerita. Awalnya tidak tertarik hingga akhirnya mengacu pada pertanyaan paling penting dalam hidup, yakni kebahagiaan tidak bisa dibeli. Ini tentang seorang lelaki yang bermimpi tentang dirinya yang sedang bermimpi

Ini tentang seorang lelaki yang dalam mimpinya ia ingin mewujudkan kebahagiaan emaknya. Namun, alih-alih terkabul justru mimpi itu menipunya. Seperti dalam cerita juga, setelah membeli mimpi ia bermimpi menjadi orang kaya dan hendak menikahi gadis pujaannya bernama Narti, lalu mencoba mewujudkan impian emaknya untuk ibadah haji dan impian bapaknya untuk membeli kerbau. Namun, kebahagiaan yang baru saja  didapatnya berbalik 180 derajat. Ternyata emaknya terkena penipuan Perusahaan  travel haji dan Kerbau Bapaknya dicuri, Narti juga ternyata berselingkuh. Kejadian-kejadian itu membuat emak, bapak, dan tokoh aku frustasi. Apalagi terus terngiang-ngiang di telinga tokoh aku yang sedang bermimpi itu semua orang mengatakan "Kau tak bisa membeli kebahagiaan".Bahwa kebahagiaan yang ia bangun ternyata bisa mengecewakannya tanpa ia sangka dan itu cukup menjelaskan bagaimana cerpen ini berperan penting dalam kehidupan manusia.

 Cerpen ini menggunakan alur maju dan tokoh Aku sebagai tokoh utama. Gaya bahasa dan gaya bercerita penulis yang ringan tanpa banyak diksi yang rumit membuat cerpen ini mudah dicerna dan disukai. Meskipun mudah dicerna dan terkesan sederhana, tetapi cerpen ini mampu menyampaikan pesan yang dalam dan membuatku memikirkan banyak hal tentang kehidupan. 

Teksnya berulang-ulang mengacu pada mimpi, membuat kita terbawa aka suasana. Sungguh plot twist yang tanpa disangka-sangka. Semuanya terinci, tidak ada celah, dan tidak ada juga yang tidak bisa dimengerti tata bahasanya. Hampir terlihat sempurna. Sebagai seornag penulis, sangat terharu dengan tulisan yang penuh makna itu.

Pesan yang perlu disampaikan adalah seberapa keras kita membeli suatu kebahagiaan itu tidak akan bertahan lama. Apa pun yang instan, pasti akan hilang dengan instan pula. Oleh karena itu tetaplah membahagiakan orang tua, diri sendiri, tanpa membeli sesuatu yang membuang waktu. 


Continue reading →
Wednesday, 6 November 2019

About Metisazia (2)

0 comments
Metisazia adalah grup kepenulisan pertama yang saja jalani di tahun 2017, nah ini beberapa kenangan yang berupa hal-hal negatif di Metisazia. Sudah pernah saya bahas latar belakangnya di blog sebelumnya.
 


Hal negatif yang terjadi pada grup ini:

             Aku bukan member yang tergolong sering aktif, bukan karena sengaja, tapi memang mungkin ada suatu alasan, tapi aku hanya lupa mengatakannya pada yang bersangkutan.
Tapi apapun itu, kapanpun itu, pasti ada hal-hal yang tidak bisa tersampaikan tapi negatif untuk didengar.            
            Pertama, negatif dari segi obrolan. Awal yang bagus bila bercerita panjang lebar dengan kata-kata yang agak menyinggung sesuatu atau bahkan berucap hal yang tidak pantas. Sangat wajar bila dilakukan sekali-sekali, tapi kebanyakan member banyak yang menggubrisnya dengan sangat cepat dan terkesan menyakitkan.    
            Kedua, hal yang terjadi adalah seperti perdebatan. Kadang setiap grup memang memiliki perselisihan akan perbedaan pendapat. Dan hal itu kerap terjadi di obrolan grup ini.
            Ketiga, kurangnya ketelitian. Mengingatkan ketelitian pada sesama sangat kurang dimiliki oleh para member. Kadang ada note yang bisa membuat member salah paham dengan maksudnya. Walaupun itu tidak disengaja, tapi sangat berdampak apalagi jika yang membacanya tidak sedang dalam mood yang diinginkan.            
            Hal negatif lainnya yang terjadi adalah kurangnya info dan saling mengingatkan. Memang, bisa dikatakan itu sepenuhnya salah penanya. Tapi tidak ada salahnya bukan mengingatkan satu sama lain?       
            Termasuk saat obrolan penting tenggelam oleh obrolan yang tergolong tidak penting dan hanya sekedar canda ria. Karena tidak semua member bisa aktif semudah itu, dan kadang pula saat mereka membuka obrolan, sudah banyak bertengger notifikasi grup hingga dua ratus sekian.  Dan itu sangat tidak memudahkan pencarian akan obrolan yang penting, termasuk info yang ketinggalan seperti poin di atas.  
            Selain itu, mereka yang cenderung tidak mengerti materi memiliki definisi sendiri saking bingung dengan ketidaknyamanan yang terjalin dalam grup dengan anggota yang tergolong sedikit ini.    
            Pada saat materi, pasti ada beberapa orang yang bertanya dengan sangat tidak nyambung dan mungkin membuat sebagian geram dan tertawa. Tapi justru inilah yang menimbulkan kesan negatif satu sama lain.
            Setiap persepsi orang berbeda, dan aku pun merasa banyak bersalah akan hal negatif yang terjadi pada grup. Tapi kita juga manusia dan bisa khilaf. Terkadang itu menjadi sebuah pelajaran.
            Sekalipun hal yang terjadi di grup berbau negatif, banyak juga member yang merasa santai seakan itu respon positif. Tidak ada keganjalan karena semuanya berlaku sama. Tapi percayalah, hal negatif tidak pernah sebanding dengan positifnya. Kita hanya berlaku adil pada sesuatu yang kita hadiri, kita rasakan, dan semua member pasti berlaku hal yang sama.
 
Continue reading →
Tuesday, 5 November 2019

Telkomsel Down, Ovo Bermasalah.

0 comments
Hari ini aku kesal sekali, aku ingin mengirimkan uang melalui ovo pada temanku kisaran 1.300.000 dari m -banking. Karena bank yang kutuju adalah BNI, dan Bank yang beda akan kena potongan 6.500 maka aku putuskan melalui ovo.

Tapi apa yang terjadi? Pagi itu telkomsel down, dan aku berulang kali mengulang ovo tapi katanya under maintenance. Mungkin salahku mengabaikan karena kupikir tidak ada yang salah dengan jaringan. 

Sampai aku meminjam hotspot temanku dan semuanya tidak bisa mengirim ke ovo. Mencoba berulang dan alhasil bisa. Tapi, bukannya saldo ovo cashku bertambah, malah tidak ada sama sekali. Masih sama, sisa 9 ribu. 

Aku sangat-sangat kesal dan panik, takut jika uangku tidak balik. Kutelfon cs ovonya sibuk, kukirim gmail dan juga melalui via twitter. Tapi jawaban yang kudapatkan tetap sama. 



Balasan Gmail



Balasan Twitter

Akhirnya setelah aku tweet, banyak yang bilang nanti uangnya balik. Jadi aku sedikit lega. Tapi nunggu hingga seminggu, padahal aku butuh dananya secepatnya. Itu bukan jumlah yang kecil. :(



Dan beberapa menit kemudian ada yang mengirimkan pesan tentang permasalahan ovo kali ini. 


Via detikfinance

Semoga uang saya bisa kembali dan tidak terjadi hal seperti ini. Jika kalian memang melihat jaringan tidak bagus, jangan paksa mengirim. Nanti uangmu malah tertahan. Semoga jadi pembelajaran ya.


Continue reading →
Monday, 4 November 2019

CHANNEL YOUTUBE RECOMMEND YANG WAJIB KAMU TONTON

2 comments
Hai, mungkin banyak dari kalian yang merasa akhir-akhir ini trending youtube banyak yang tidak masuk akal. Apalagi prank-prank sampah yang dilakukan hanya untuk mendapatkan adsense. Masih lumayan pranknya ada kebajikan, bukan cuma "Gold Digger" oleh Atta Halilintar.

Saya juga sangat tidak tertarik dengan vlog keseharian artis yang tidak ada faedahnya, cuma sensasi saja. Nah, malam ini akan saya rangkum channel youtube yang wajib kamu tonton dan bermanfaat. 



1. Nessie Judge

Aku mengikuti Nessie sejak 2014, dan channelnya jauh sebelum Nerror adalah pengetahuan umum dan buat imajinasi kita bertambah.

2. Sacha Stevenson

Selain karena bule cantik itu pintar melawak dan rada lucu, dia juga mengajari cara berbahasa inggris dengan baik. Grammar yang pas, dan juga mau mengkoreksi pronounce para artis. Applause for sacha.

3. Cine Crib

Sebaiknya sebelum nonton film, tonton dulu review Cine Crib karena mereka review dengan sangat baik, berkualitas sesuai dengan filmnya agar para penonton tidak kecewa.

4. Agung Hapsah

Content creator satu ini sangat bermanfaat untuk dilihat videonya. Selain membuat mata kita terasa berada di video, Agung juga tidak pernah asal-asalan upload videonya.

5. Baim Paula

Bukan penikmat mereka, tapi mereka sukses membuat prank akhirnya bermanfaat. 
Continue reading →
Sunday, 3 November 2019

KOMUNITAS ODOP

4 comments


Hari ini merupakan pekan terakhir perjumpaan dengan One Day One Post, tapi bukan berarti aku tidak memposting lagi beberapa kisah. Justru hari ini merupakan awal dari segalanya. Dan di sini, aku akan menceritakan apa sebenarnya Odop itu. Odop berasal dari kata One Day One Post yang berarti satu hari satu tulisan.

Sama seperti terjemahannya, aku dituntut untuk menulis setiap hari dengan waktu yang sudah ditetapkan tidak boleh melebihi jam 23.59. Apa saja yang bisa didapatkan di Komunitas Odop ini? Simak hal-hal berikut.

1. Pengetahuan

Banyak sekali pengetahuan yang didapatkan dan berkaitan dengan tulisan. Bagaiman cara membuat cerita fiktif, nonfiktif, revie, biografi, dan banyak hal lain dalam satu grup dengan tokoh-tokoh yang berpengalaman di bidangnya.

2. Bedah Karya

Semua tulisan yang kita tulis akan dilihat dan dibedah dari mulai struktur penulisan, EYB, hingga pengguanaan kata yang pas. Biasanya yang sudah mahir dalam hal ini adalah penulis profesional dan memang sudah berkecimpung lama di Odop

3. BlogWalking

Jangan khawatir tulisanmu tidak ada pembaca, karena penulis menulis dari hati untuk mengimpress diri sendiri, dan untuk membuat pembaca jatuh cinta akan tulisan kita. Dan Odop sukses membuat aku merasa tulisanku dicintai dengan adanya Blog Walking. Adalah suatu kegiatan di mana semua peserta dalam satu grup berjalan-jalan ke blog temannya untuk memberikan masukan, kritik, dan juga semangat untuk lanjut ke tantangan berikutnya.

4. Tantangan

Satu hal yang lumayan sulit namun mudah. Kenapa? Karena sebenarnya di pengetahuan sendiri sudah diajarkan dulu apa saja yang harus diketahui. Lalu kita hanya perlu melaksanakan masukan-masukan yang diberikan oleh para tokoh-tokoh yang berpengalaman di bidang tersebut. Tantangan dilaksanakan setiap satu kali dalam satu pekan. Dan sebaiknya tantangan dulu dikerjakan baru tulisan-tulisan lain yang belum dipost.

5. Pemandu yang sangat baik

Pemandu atau biasa disebut koordinator dalam setiap grup sangat baik dan memberikan yang terbaik agar pesertanya lanjut. Karena semua peserta juga disuruh menulis dan akhirnya diseleksi melalui instagram komunitas itu sendiri, maka pemandu berhak mempertahankan peserta tersebut. Diskusi, dan meninggalkan keluh kesah pastinya didengarkan oleh para pemandu atau penanggung jawab. Baik laki-laki dan perempuan.

6. Mengajarkan kita banyak hal

Dalam mengikuti komunitas ini banyak yang aku dapatkan, dari mulai mengatur waktu hingga bersikap sopan untuk yang lebih tua. Sekali aku salah memanggil nama orang, dan menganggap teman sebaya padahal ia adalah tokoh yang luar biasa. Pada saat blog walking, aku mengenal semua orang yang membaca tulisanku. Walaupun mereka lebih tua dariku tapi bisa menempatkan posisi seolah mereka pernah ada di posisiku, sebagai anak kuliah.

7. Diskusi Terbaik

Diskusi terbaik saat semua keluh kesah kita ditampung di malam hari setelah jadwal bedah karya. Aku pernah curhat bagaimana aku mengetahui bahwa aku salah jurusan, dan mereka memberikan solusi terbaik di mana aku pasti bisa menjalaninya. Sama seperti aku selalu mentweet di twitter dan kemudian banyak orang yang mereply.

8. Pengalaman dan Teman

Tidak ada yang lebih mengajarkan kita dibanding pengalaman, dan di sini aku menemukan pengalaman yang luar biasa dan teman yang bisa kompak dan saling mengingatkan satu sama lain.

Setidaknya aku merasakan kekeluargaan di Komunitas ini, banyak pembelajaran yang membuat aku semakin ingin berkarya dan menerbitkan novel. Walaupun aku sangat terpukul karena laptopku kena banjir, tapi aku akan tetap semangat untuk membuat lagi novel dan diterbitkan di 2020. Doakan yah, semoga semuanya berjalan lancar. Dan jangan lupa, coba ikut Komunitas Odop jika ada pendaftaran berikutnya di Batch 8. Akan banyak sekali ilmu yang bisa didapatkan.
Continue reading →

Labels

Cerpen (37) Wacana (18) Artikel (12) Puisi (8) Drabble (7) Sad Story (7) Review Blog (3) Ulasan (3) Essay (2) Lagi Viral (2) Resensi (2) Review Film (2) Review Series (2) Tips (2) Biografi (1) Quotes (1)